"Bukan cinta yang salah, karena cinta hanya perasaan murni tanpa dosa."
©©©
Mau kasih challenge!
Jangan sedih, bisa?
©©©
Sifat manusia yang mudah tersakiti itu sudah mendarah daging. Tidak memandang gender, entah itu lelaki atau wanita, semua pasti pernah merasakan yang namanya tersakiti. Tinggal bagaimana mereka menyikapinya. Dengan menangis, marah, atau diam.
Kali ini yang Radea lakukan hanya diam. Tidak ada yang tahu bahwa hatinya sedang berdarah di dalam sana kecuali dirinya sendiri. Bukannya dia tidak bisa menangis. Bukan dia tidak marah. Dia hanya tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain. Terutama lelaki yang saat ini tengah duduk di kursi kantornya. Sudah cukup dia menangis malam itu, biarlah Yudhis mengira kalau dia sudah bisa menerima masa lalunya. Walau rasa kecewa masih menetap dalam dadanya.
Percaya atau tidak, setiap kali melihat Elena, dia merasa dadanya terasa sesak. Mengingat bahwa wanita itu pernah menghabiskan malam bersama dengan suaminya walau itu tidak disengaja. Dia memang marah pada Yudhis, dia benci jika harus mengingat karena lelaki itulah Kakak perempuannya meninggal. Tetapi jauh sebelum kejadian itu, hatinya sudah menjadi milik lelaki itu. Bagaimanapun dia mencoba menyangkalnya, tidak akan merubah hatinya pernah menjadi milik Yudhis. Dan perasaan itu muncul kembali saat bertemu lagi pertama kali dengan Yudhis.
"Aku mau ke tempat Mama." Ujar Radea yang duduk di sofa sejak pagi tadi sampai siang di ruangan suaminya.
Melihat lelaki itu yang sepertinya kebingungan dengan perkataannya, Radea menghembuskan nafasnya pelan.
"Aku mau ketemu sama Papa dan Mama sebelum mereka berangkat ke Jerman. Kamu bilang mereka berangkat lusa kan?"
"Aku selesain ini dulu, setelah itu kita---"
"Aku mau kesana sendiri." Potong Radea.
"Sendiri?"
"Hm. Aku--- butuh waktu sendiri juga."
"Semalam dan tadi pagi, kamu baik-baik aja. Kenapa sekarang semua jadi berubah?"
"Aku gapapa, aku cuma pengen bareng sama orang tuaku hari ini."
"Dan biarin kamu kabur lagi?" Ujar Yudhis dengan nada keras karena emosi.
Radea menghembuskan nafasnya kasar, "kalaupun aku kabur, kamu tetap bisa menemukan aku kan?! Seberapa keras usahaku buat lepas dari iblis sepertimu, gak akan pernah berhasil! Aku sedang berusaha menerima kamu, Yudhistira. Tetapi dengan masa lalumu datang tiba-tiba, aku juga perlu waktu menerima itu. Menerima kelakuan brengsek suamiku di masa lalu! Kamu pikir itu gampang?!"
Yudhis memejamkan matanya sambil menunduk melihat dahinya. Beberapa kali dia terlihat menghela nafas, berusaha untuk menurunkan emosinya. Kemudian tanpa mengatakan hal lain, dia menyambar ponsel yang ada di atas mejanya. Dia berbicara sebentar lewat telepon lalu kemudian matanya kembali menatap Radea yang memalingkan wajahnya tidak ingin melihat dirinya.
Dia mungkin memang sudah keterlaluan. Benar kata gadis itu, masa lalunya yang brengsek memang sangat sulit diterima. Mana ada seorang istri yang tidak kecewa mengetahui kenyataan bahwa suaminya telah memerawani wanita lain sebelumnya. Seharusnya dia bisa menahan diri untuk tidak emosi setiap kali Radea berusaha untuk menyendiri terlebih dulu. Gadis itu pasti membutuhkan waktu untuk menerima dirinya.
Tidak lama kemudian Radi muncul dari balik pintu setelah mengetuk beberapa kali. Yudhis sengaja memanggil lelaki itu untuk mengawal Radea yang ingin pergi ke rumah kedua orang tuanya. Setelah Yudhis memberi perintah pada Radi, lelaki itu mengangguk patuh sementara Radea langsung pergi begitu saja tanpa berkata apapun lagi. Gadis itu langsung keluar dari ruangannya dan pergi menuju ke lobi perusahaan diikuti Radi di belakangnya. Setidaknya, hanya ini yang bisa Yudhis lakukan. Mengijinkan gadis itu untuk sendiri terlebih dahulu walaupun tetap tidak bisa ditinggalkan sepenuhnya. Itu semua juga demi gadisnya supaya baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romance#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)