PERFECT OBSESSION 10 || TOUCH HER YOU DIE!

47.8K 2.5K 46
                                        

"Aku egois pada hal yang memang seharusnya aku egoiskan. Itu kamu."

- Yudhistira Sabhara -

©©©

Radea melambaikan tangannya saat melihat anak-anak yang tengah sakit berada di taman rumah sakit. Radea memang sangat menyukai anak kecil, karena itu juga Elang mudah dekat dengannya. Radea mendorong tiang infusnya sedikit berlari kecil. Belum sampai dua langkah, seseorang di belakangnya mencegah dia untuk tidak berlari.

Radea menoleh ke arah belakang menatap mata yang melotot ke arahnya. Dia mengeluarkan cengiran andalannya beserta kerjapan mata yang menurutnya paling imut.

"Mau ngapain?"

"Hehe mau main."

"Kamu pikir ini taman bermain? Gak usah, kita duduk aja disitu." tunjuknya pada kursi di lorong dekat taman.

"Kak Yudhiiiss, sore ini Rara udah pulang. Nanti gak bisa ketemu sama mereka lagi, boleh yah?"

"Mereka juga lagi sakit Ra, kalau kamu ajak main nanti tambah sakit. Kamu yang dimarahin sama orang tuanya nanti." ujar Yudhis.

"Mainnya cuma di situ doang kok, gak jauh-jauh. Rara juga ngerti kok."

"Main apaan sih?"

"Apa aja biar mereka senang. Kasian tau kak, mereka itu ada yang lagi jalan kemoterapi karena kanker dan udah di rumah sakit selama dua minggu lebih. Rara udah kenalan sama anak itu waktu Kakak pulang buat mandi sore dua hari lalu."

Yudhis menghela nafasnya, memang percuma dia melarang Radea. Tidak akan ada gunanya. Gadis itu selain kekanakkan, dia juga keras kepala melebihi saudaranya. Selama ini dia sering menangani orang keras kepala seperti Antariksa namun ternyata masih ada yang jauh lebih parah daripada lelaki itu.

"Jangan lama-lama, bentar lagi kita harus balik ke ruang inap kamu. Katanya mau pulang cepet."

"Siaaap bos!"

Dengan semangat Radea berjalan menghampiri anak kecil yang kemarin sempat berkenalan dengannya. Sedangkn Yudhis lebih memilih mengawasi gadis itu dari kejauhan. Sesekali Radea melambaikan tangan ke Yudhis mengajaknya untuk bergabung namun dia tidak mau. Dia tidak pandai bersosialisasi dengan orang baru, takut merusak suasana.

Bagi Yudhis duduk sambil mengawasi Radea adalah hal yang tidak akan pernah membuatnya bosan. Sejak gadis itu masih kecil, dia sudah sering memperhatikannya seperti ini. Memantau pertumbuhan gadis kecilnya walaupun dari kejauhan. Melindunginya dengan segala hal yang dia miliki. Lebih dari sepuluh tahun untuk Yudhis dapat berada di posisi sekarang. Dekat dengan gadis kecilnya tanpa harus merasa bersalah karena menyukai gadis cilik berumur 7 tahun. Sekarang Radea sudah 18 tahun, walaupun tingkahnya masih kekanakkan tapi setidaknya dia sudah masuk ke dalam gadis remaja bukan anak-anak lagi.

Yudhis akui dia memang sudah gila karena terobsedi dengan Radea, tapi dia tidak pernah mempunyai niat untuk melukai gadis itu. Dia mungkin terobsesi ingin memiliki Radea namun itu juga karena dasar bahwa dia sangat mencintai Radea. Dia mampu melakukan berbagai macam cara agar Radea bisa menjadi miliknya, dan karena itu juga Yudhis sempat ragu.

Antariksa dan Rivaldi sudah memperingatinya jika dia bersikeras memiliki Radea dengan segala macam cara maka mereka takut kalau dia justru akan menyakiti gadis itu. Peringatan itulah yang membuat Yudhis berusaha mundur perlahan agar Radea tidak terluka. Namun sekarang, Radea sendiri yang justru gencar mendekati dirinya dan membuat pertahanan Yudhis selama ini menjadi runtuh. Dia tidak bisa menahan lagi untuk tidak memiliki Radea.

"Jadi ini keputusan lo?"

Yudhis menoleh ke samping kanannya dan mendapati Antariksa berdiri disana. Yudhis kembali menatap Radea di depan sana masih bersama anak kecil itu.

Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang