"Apa arti keluarga bagimu?"
- Yudhistira Sabhara -
©©©
Gak jadi double berarti yak :)
Challenge hari ini!
Cobalah jangan tertawa.
©©©
"Ra, kita pergi aja yuk! Jalan-jalan, kamu mau kemana? Singapura? Kita bisa belanja disana, gimana?"
Sejak tadi pagi, Yudhis sudah melancarkan rayuannya untuk mengajak Radea pergi keluar hari ini. Sebenarnya alasan Yudhis ingin mereka pergi di hari Minggu ini adalah Rivaldi akan mengajak keluarga berkumpul bersama di halaman belakang untuk sekedar berbincang dan bersantai. Memang itu tidak masalah, Yudhis tidak pernah mempermasalahkan hal ini karena sebelumnya juga mereka biasa melakukannya. Dia juga tidak pernah protes dan menurut, bisa dibilang ini sudah ritual keluarga Sabhara setiap beberapa minggu sekali untuk tetap menjaga keharmonisan keluarga.
Akan tetapi kali ini yang menjadi masalah bagi Yudhis adalah ketiga teman jahanamnya akan hadir. Mereka semua diundang oleh Antariksa untuk ikut berkumpul bersama, membawa keluarga masing-masing. Kenapa Yudhis merasa terganggu dan ingin pergi? Sudah jelas karena nanti dia pasti akan dijadikan bulan-bulanan oleh ketiga temannya itu. Jika biasanya Ucup yang akan menjadi bahan bully namun sekarang dirinya yang seperti menjadi pengganti lelaki itu.
"Kamu kenapa sih?! Kumpul sama keluarga dan teman-teman aja gak mau! Ada masalah apa kamu emang hah?"
"Bukan gitu, Ra. Mereka semua pasti akan ngejek aku macem-macem."
"Diejek kenapa? Oh, kamu malu karena punya istri yang umurnya jauh dibawah kamu gitu? Makanya malu ketemu teman-teman kamu?"
"Bukan itu, Ra. Kamu belum kenal sama mereka. Mereka itu kompor!"
"Udah gak usah ngerengek lagi! Ingat umur! Mandi sana, aku mau bantu Mama sama Kak Senjana di belakang."
Setelah mengucapkan itu, Radea pergi keluar dari kamarnya meninggalkan Yudhis yang menjatuhkan diri di kasur dengan lemas. Hari ini telinganya pasti akan sangat panas mendengar ocehan para sahabat jahanamnya itu. Hembusan nafas kasar mengakhiri ratapannya lalu bergegas masuk ke kamar mandi sebelum Radea masuk kembali ke kamar dan memarahinya.
Dan disinilah akhir seorang Yudhistira. Duduk di kelilingi ke empat lelaki yang menatapnya dengan geli sambil menahan tawa. Para wanita sedang ada di tempat panggangan memasak beberapa daging dan yang lain. Sementara Rivaldi bersama dengan anak-anak bermain di halaman hijau penuh rumput yang selalu dirawat oleh tukang ke kebun mereka. Yudhis hanya menampilkan wajah datarnya tanpa ingin berbicara sedikitpun. Dia sudah cukup muak dengan tatapan menyebalkan ke empat sahabatnya itu.
"Kayaknya gue pernah dengar ada yang bilang, dia gak mau berurusan sama keribetan cewek. Sekarang malah nikah sama daun muda." Ujar Bimo memulai menyalakan api dalam percakapan.
"Jadi bucinnya daun muda malahan." Celetuk Revan.
"Sampai di tembak aja yang di cariin si cewek mulu. Dia sendirian. Gue harus samperin dia, Cup. Manis amat bang!" Tambah Ucup memeragakan Yudhis saat sedang kesakitan namun ingin menyusul Radea.
Revan dan Bimo sudah tidak bisa menahan tawanya lagi. Mereka tergelak melihat ekspresi Yudhis yang menatap Ucup dengan tajam. Sedangkan Antariksa harus menutup mulutnya dengan kepalan tangan agar tidak tertawa.
"Gimana rasanya tidur di luar, Yud? Dingin pasti! Gak ada yang ngelonin sih." Tanya Revan.
"Pantesan, tangannya bentol-bentol tuh! Tadi malem pasti diusir lagi sama istri." Kompor Ucup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romance#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)