Pacaran tapi sama-sama saling menyakiti, itu tujuannya apa?
Lelah tapi sama-sama tidak mau berpisah, maunya bagaimana?
- Radea P.G. -
©©©
Radea tertawa kecil di sepanjang lorong menuju kelasnya. Dia teringat tindakannya yang sangat berani mencium seorang pria dewasa walaupun hanya sebatas pipi. Astaga, Radea menggelengkan kepala mengingat kelakuannya. Bukankah itu sama saja kasus pelecehan? Bagaimana kalau Om-Om itu melaporkannya ke polisi? Bisa mati dia.
Langkah Radea terhenti saat matanya melihat sosok lelaki yang muncul dari lorong sebelah kiri bersamaan dengan seorang gadis yang berjalan seiringan. Mereka berdua tertawa entah membicarakan apa. Pemandangan itu membuat dirinya merasa miris. Bagaimana bisa dia terasa seperti orang asing diantara kedua sahabat itu. Mengakunya sahabat, tapi lihat saja kelakuannya sudah seperti orang yang tengah kasmaran.
Bolehkan kalau dia merasa iri, kesal pada lelaki itu? Dirinya saja jarang sekali diantar jemput ke sekolah. Giliran gadis itu saja, hampir setiap hari berangkat-pulang selalu bersama. Dia ini kekasih lelaki itu, kenapa jadi dia yang merasa seperti selingkuhan disini?
"Kevin?" panggil Radea.
Lelaki tadi berhenti dan berbalik melihat Radea yang berdiri hanya beberapa meter darinya. Lelaki bernama Kevin Jiwa Satria itu adalah kekasih dari Radea sudah hampir dua tahun. Kevin adalah anak IPA sedangkan Radea adalah anak IPS. Mereka bertemu tidak sengaja saat Radea tengah mengikuti turnamen basket yang diadakan saat class meeting di kelas sepuluh. Kevin saat itu menjadi anggota Osis yang mengurus pertandingan. Singkat cerita mereka berkenalan dan semakin dekat lalu lelaki itu menembak Radea lalu jadilah mereka berpacaran.
Namun, kehadiran gadis bernama Genasti Adiyana Prasasti yang berdiri di samping Kevin saat ini merusak segalanya. Mereka memang sahabat, Dea juga tau tentang itu sejak awal. Tapi lama-lama hubungan sahabat mereka membuat Dea menjadi geram sendiri. Kevin lebih banyak menghabiskan waktu bersama Gena dibanding dirinya. Salah tidak sih kalau dirinya ingin lebih diperhatikan dari gadis itu?
"Dea, mau ke kelas?" tanya Kevin menghampiri Radea.
"Iyalah ke kelas! Kamu pikir mau kemana lagi? Ke posyandu? Mana ada di sekolah posyandu? Pertanyaan kamu gak mutu!" ketus Radea.
"Aku tanya baik-baik, De. Kamu kenapa jutek banget gitu sih?"
"Em Vin? Gue ke kelas duluan yah. Gue duluan, Dea." ujar Genasti mengerti situasi lalu pergi meninggalkan Kevin dan Radea.
"Tuh sahabatnya pergi! Gak mau disusulin? Anterin sampai depan kelas, siapa tau nanti lecet di perjalanan."
"Dea, kita udah sering berdebat soal kayak begini! Kamu gak bosen?"
"Kamu pikir aku suka ribut sama kamu dengan masalah yang itu-itu mulu? Semuanya juga berawal dari kamu, Vin!"
"Aku lagi? Bukan kamu yang terlalu curigaan dan possessive ke aku?"
"Apa? Possessive? Kasih tau aku dimana letak sikap aku yang possessive? Aku gak pernah larang kamu sahabatan sama dia! Aku cuma pengen kamu bisa menempatkan aku lebih utama daripada Gena. Apa salahnya sih?"
"Dari awal aku udah pernah jelasin, Gena itu sahabat aku dari kecil. Dia udah gak punya orang tua dan tinggal sama kakaknya doang. Dia gak ada yang anter-jemput kalo sekolah. Sedangkan rumahnya jauh, aku gak tega liat dia harus jalan dari rumah ke selolah. Kamu tau juga kalau dia anak gak berada. Gak kayak kamu."
"Kenapa kamu jadi bandingin dia sama aku? Apa itu salah aku kalau Papaku orang yang berada? Kamu mau aku kayak Gena dulu biar kamu bisa anter-jemput aku tiap hari? Pergi berdua bareng, jalan bareng, diperhatiin sama kamu. Apa aku harus gak punya orang tua dulu biar kamu juga melihat aku, itu maksudnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romance#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)