"Sometimes you just need to open your eyes and see that you're not alone."
Author Note
©©©
Sebuah mobil berwarna putih mengkilat memasuki halaman rumah megah yang luas. Sesampainya di anak tangga teras, seorang pria berjas hitam lengkap dengan atribut dasinya keluar dari dalam mobil. Satu pelayan pria sudah menunggunya di samping mobil memberikan senyum selamat datang. Pria itu memberikan kunci mobil pada pelayan tadi lalu menaiki undakan anak tangga sampai ke depan pintu utama.
Yudhistira Sabhara, panggilan yang sekarang melekat pada pria berjas itu. Tidak banyak yang berubah dari dirinya. Mungkin yang paling terlihat perubahannya hanyalah tubuhnya yang lebih berisi dan berotot dibanding sebelumnya. Untuk kepribadiannya yang kalem, selalu tenang, dan pendiam, semua itu tidak lepas sama sekali walaupun sudah banyak tahun terlewati.
Jas yang melekat pas ditubuh berototnya itu dia lepaskan dan disampirkan pada salah satu kursi bar yang dekat dengan dapur. Tangan kanannya bergerak melonggarkan ikatan dasi yang terasa mencekiknya. Dia berjalan menuju kulkas mengambil satu botol kaca air mineral lalu kembali ke meja bar mengambil gelas yang tersusun rapi disana dan mengenggaknya. Saat dia selesai, matanya menangkap sosok gadis remaja tengah memangku dagunya menggunakan tangan kiri sambil tersenyum menatapnya.
Yudhistira yang terkejut hampir saja menjatuhkan gelas digenggamannya walaupun tidak benar-benar terjatuh. Dia mengerutkan keningnya samar melihat gadis berlesung pipi itu masih menatapnya sambil tersenyum.
"Siapa kamu?" tanyanya dengan ketus.
"Gue om? Ah.. Kenalin, Radea Pitasari Gunawan. Biasa dipanggil Radea sih, tapi khusus buat om panggil aja Sayang deh..." jawab gadis itu sambil terkikik mengulurkan tangannya.
Yudhistira mendengus setelah mendengarkan gadis kecil itu berbicara. Dia tidak percaya bahwa sekarang dirinya tengah digoda oleh seorang gadis belia. Kalau Yudhis bisa memperkirakan, mungkin umur gadis ini masih sekitar belasan tahun. Namun bukan itu masalahnya sekarang, masalahnya kenapa ada seorang gadis remaja di kediaman keluarga Sabhara? Di rumah ini hanya ada dua wanita yang tinggal disini, yaitu Riana yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mamanya, lalu Adik Iparnya yang merupakan istri dari Antariksa Sabhara bernama Senjana Ratulangi Sabhara. Dan kalaupun ada bocah yang tinggal disini itu hanyalah keponakan lelaki teruculnya yaitu Ragarha Elang Sabhara. Bukan bocah remaja seperti di hadapannya.
"Saya tidak bertanya nama kamu! Siapa kamu?!"
"Ih Om gimana sih?! Gue kan udah bilang nama lengkap gue, pake tanya lagi. Ganteng-ganteng soplak nih, Om!"
"Kamu kalau ngomong bisa sopan sedikit? Saya ini lebih tua dari kamu!" ketus Yudhis.
"Cieee Om ngaku nih kalau situ udah tua? Haha.. Tapi gapapa, Om. Walaupun Om tua tapi masih keliatan sexy kok." ujar Radea sambil menaik-turunkan alisnya.
Yudhis tidak merespon ucapan gadis bernama Radea itu. Dia hanya menatapnyq datar tanpa ekspresi.
"Apalagi dada bidangnya itu loh, Om. Beuh... Bikin pengen digerayangin deh sama nih tangan." lanjut gadis itu menggerakan jemari tangannya gemas.
"Kamu makin kesini makin kurang ajar yah! Keluar kamu dari rumah saya!!" usir Yudhis.
"Yaelah baru digituin aja udah emosi. Gak seru lo, Om!"
"Radea? Kamu belum tidur?"
Suara lembut bagaikan seorang malaikat terdengar. Sontak Yudhis dan Radea menoleh ke arah suara itu. Seorang wanita menggunakan pakaian tidurnya muncul dari arah tangga. Dia tersenyum pada keduanya sangat manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romance#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)