"Jodoh adalah hakku untuk memilih, dan sekarang aku memilihmu."
-Yudhistira Sabhara-
©©©
Kaca besar menampakkan bayangan Radea yang tengah mencoba beberapa pasang pakaian untuk dipakai pergi bersama ke acara pesta ulang tahun teman sekelasnya. Semenjak Kevin menghilang, kehidupan sekolah Radea seakan kembali seperti awal saat mereka tidak pernah bertemu. Tenang, damai, dan dia tidak pernah lagi jadi bahan gosip wanita-wanita di sekolahnya. Walaupun Radea sendiri masih bingung namun jujur dia merasa lebih tenang sekarang.
Selesai berdandan, Radea mengambil tas selempang miliknya lalu tersenyum ke arah kaca sebelum pergi. Setelah itu dia bergegas keluar kamar dan menuruni tangga dengan ceria. Dia memandang ruang keluarga yang disana sudah ada Senjana dengan Elang beserta seorang anak perempuan kecil sangat menggemaskan.
"Dea, udah siap berangkat?"
"Udah dong, Kak. Kak Atar sama Kak Yudhis belum pulang?" jawab Radea ramah.
"Supir udah siap di depan, Kak Atar sama Kak Yudhis belum pulang kemungkinan nanti agak malam."
"Oh yaudah deh, Dea berangkat dulu Kak. Bye Elang! And...?"
"Annabeth..." balas Senjana.
"Ah ya, Annabeth!"
"Bye, Kak!" jawan Elang hampir bebarengan dengan Annabeth.
"Hati-hati ya, De."
"Siap, Kak!"
Radea hormat layaknya prajurit pada Senjana lalu pergi menuju pintu keluar. Di depan pintu sudah siap mobil hitam beserta supir yang siap mengantarnya. Radea masuk ke dalam mobil dengan riang. Entah kenapa hari ini dia sangat gembira. Besok adalah hari ulang tahun Kakaknya Bella, dan dia sudah berencana akan pergi ke maka Kakak semata wayangnya yang telah tiada beberapa tahun lalu saat dia masih kecil.
Dulu, setia kali jika ada acara seperti ini maka Kakaknya itulah yang akan mendandaninya bak seorang putri kerajaan. Bahkan saat pertama kali bertemu dengan Yudhis, dia waktu itu didandani oleh Bella. Radea tidak menyangka kalau Kakak kesayangannya akan pergi secepat itu.
"Udah sampai, Non."
"Hm? Oh udah sampai yah? Makasih Pak." jawab Radea terbangun dari lamunannya.
Bergegas Radea memasuki rumah dari temannya yang didalamnya sudah cukup ramai. Dia mendekat ke arah temannya yang berulang tahun lalu memberikan kado yang sudah dia siapkan. Setelah itu Radea bergabung dengan beberapa temannya disana, saling tertawa dan bercanda ria. Sudah lama dia tidak merasakan suasana seperti ini. Semenjak Ayahnya sakit, Radea lebih sering di rumah. Ditambah lagi dengan hubungannya bersama Kevin sang most wanted sekolah yang membuay dirinya mendapatkan banyak musuh termasuk pendukung antara Kevin-Gena.
Baru satu jam Radea berada di pesta yang bahkan baru saja di mulai sekitar setengah jam yang lalu. Seseorang menarik tangannya kasar saat dia tengah mengobrol bersama teman-temannya. Sontak Radea berusaha menyentakkan tangannya namun saat melihat orang yang menyeretnya dia mengerutkan keningnya dan berusaha mengikuti langkah lelaki itu. Namun saat dia hendak disuruh memasuki mobil berwarna putih yang terparkir di depam pagar rumah temannya, Radea menolak dan menghempaskan cekalan tangan itu.
"Ka..."
"Pulang!" ujar Yudhis tegas dengan wajah marahnya.
"Aku masih ada acara sama temen, Kak. Nanti aku pulang kok, tapi gak sekarang."
"AKU BILANG PULANG!"
Radea yang terkejut melangkah mundur sampai dua langkah karena mendengar bentakan Yudhis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romance#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)