"Kembalilah untukku."
- Radea Pitasari G -
©©©
Hari ini Yudhis benar-benar dibuat kerepotan oleh istrinya sendiri. Sudah dua hari lalu sejak Radea bangun dari tidurnya sewaktu demam, Radea seperti tidak mau lepas sama sekali dari Yudhis. Wanita itu selalu memeluk suaminya saat lelaki itu ingin beranjak dari tempat tidur dan bersikap sangat manja akhir-akhir ini. Yudhis seperti tidak boleh pergi kemana-mana dan harus terus menempel dengannya.
Seperti pagi ini, Radea merengek agar lelaki itu tidak berangkat bekerja. Radea terus mengalungkan tangannya di leher Yudhis dan menyembunyikan wajahnya di bahu lelaki itu. Yudhis menghela nafasnya saat melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Dia ada rapat pagi ini dengan salah satu kliennya dari Swiss untuk merencanakan model berlian sebagai terobosan terbaru mengangkat kembali Sabhara Jewelry di pasaran. Akhir-akhir ini karena sudah lama tidak ada pameran yang dilakukan oleh perusahaan membuat beberapa pesaingnya mendapat keuntungan. Mereka mengeluarkan berbagai macam design perhiasan mewah dengan berlian yang sudah di modifikasi berbagai macam warna berkilau. Yudhis tertinggal jauh karena pikirannya harus terpecah antara pekerjaan dan juga Radea.
Jika hari ini, dia tidak masuk maka rencana itu hanya akan tinggal rencana saja. Namun, dia juga tidak ingin membuat Radea sedih karena keputusannya untuk pergi bekerja. Walaupun dia adalah Direktur Utama di perusahaan, tetapi dia juga menjabat sebagai CEO disana. Sehingga tidak ada yang bisa membantunya untuk mewakilkan dirinya dalam rapat tersebut. Yudhis menghela nafasnya lagi, kalau seperti ini besok dia akan membuka lowongan pekerjaan sebagai CEO di perusahaannya agar dia bisa sedikit bersantai dan tidak dikejar-kejar oleh pekerjaan seperti ini.
Yudhis menghela nafasnya. Seharusnya dia mendengarkan perkataan Antariksa dulu yang menyuruhnya untuk mengangkat CEO di perusahaan agar pekerjaannya sedikit terbantu. Namun karena dia dulu gila kerja agar tidak mengingat gadis cilik obsesinya, dia mengabaikan nasihat Antariksa.
"Aku ada rapat pagi ini loh, Ra." Ujar Yudhis memeluk istrinya yang masih tidak mau turun dari pangkuannya.
Setelah membersihkan diri, wanita itu langsung menempelnya seperti cicak. Lengket sampai Yudhis bingung bagaimana mereka bisa turun untuk makan di bawah.
"Ra? Kamu gak tidur kan?"
"Gak mau! Kamu gak boleh kerja pokoknya!" Sahut Radea teredam karena wajahnya yang tenggelam di leher Yudhis.
"Kalau aku gak kerja nanti keteteran lagi pekerjaannya. Kamu kan tau aku udah gak masuk lebih dari satu minggu. Aku harus kerja, sayang."
"Minta Kak Atar aja yang kerjain. Atau Papa aja! Pokoknya kamu gak boleh kerja."
"Jangan kayak anak kecil, Ra! Turun sekarang." Ujar Yudhis tegas tanpa mau dibantah.
Mendengar suaminya berkata sangat tegas dan terkesan membentak walau nadanya tidak naik membuat Radea perlahan melepaskan pelukannya. Dia kemudian turun dari pangkuan Yudhis dan membaringkan tubuhnya di kasur kembali membelakangi lelaki itu. Air matanya kemudian turun tanpa bisa dia cegah. Bahunya bergetar, tangannya menutup mulut agar isak tangisnya tidak keluar, walau sebenarnya itu percuma.
"Kamu kenapa sih, Ra?" Tanya Yudhis bingung.
"Aku--- aku cuma mau kamu gak kerja! Menemani aku di rumah. Apa aku salah?" Ujar Radea dengan suara gemetar serta Isak tangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Roman d'amour#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)