"Sekian lama akhirnya aku menemukan rumah untuk pulang. Kamu adalah tempat terakhirku berlabuh."
- Yudhistira Sabhara -
©©©
Pesta besar-besaran, dengan undangan melebihi dua ribu orang yang hadir serta beberapa media juga ikut menyoroti resepsi mewah tersebut. Yudhistira menggelar acara resepsi mewah satu bulan setelah Radea keluar dari Rumah Sakit. Pernikahan yang dulu hanya segelintir orang datang, sekarang beramai-ramai orang hadir. Dia bahkan sampai berdebat dengan istrinya yang tidak ingin mengadakan acara resepsi lagi. Namun, Yudhis tetaplah Yudhis yang keras kepala dan juga egois. Kali ini keegoisannya mempunyai nilai positif. Dia tidak ingin orang lain mengira kalau Radea hamil di luar nikah hanya karena tidak ada yang tahu tentang pernikahan tersembunyi yang mereka lakukan. Dia melakukan ini juga untuk anaknya kelak agar tidak ada gunjang-ganjing yang bisa membuat anaknya merasa disisihkan karena dia tidak ingin mengakui Ibunya.
Sebenarnya yang menolak hanya Radea, sedangkan anggota keluarganya yang lain sangat setuju dengan ide resepsi ini. Pada akhirnya, terjadilah resepsi yang dihadiri oleh beribu orang di ballroom Sabhara hotel. Banyak undangan yang terdiri dari rekan bisnis Ayahnya, rekan kerjanya sendiri, teman-teman Ibunya baik dari kantornya ataupun dari kelompok sosialitanya, bahkan satu angkatan sekolah Radea diundang oleh Yudhis.
Sepanjang resepsi, Radea terus menggerutu tidak jelas. Dia kesal bukan karena resepsi ini, karena pada akhirnya dia suka dengan dekorasi serta gaun yang disiapkan oleh suaminya. Disini yang menjadi masalah, kenapa lelaki itu harus mengundang seluruh siswa angkatan sekolahnya? Kenal saja tidak, kenapa harus mengundang mereka? Ditambah Kevin yang juga hadir mengacaukan acaranya. Dia akan mencuri kesempatan untuk mendekatinya, entah itu merangkul pundak atau pinggangnya. Kemudian saat Yudhis memergokinya, mereka akan berdebat saling mengancam satu sama lain dan berakhir Kevin yang kalah disertai gerutuan menyebalkan.
Walaupun begitu, Radea senang akhirnya kisahnya ini menjadi kisah yang happy ending. Atau mungkin belum, karena masih banyak hal yang akan mereka lalui setelah semua ini berakhir. Tentunya tidak hanya mereka berdua, karena tahun berikutnya akan ada jagoan kecil atau putri kecil di antara mereka. Dan mungkin juga di tahun-tahun berikutnya bukan hanya satu melainkan beberapa anak yang hadir melengkapi kisah mereka.
©©©
"Olive, jangan lari-lari!"
Suara peringatan dari Ibunya tidak diindahkan oleh anak kecil berumur 6 tahun itu. Dia tetap berlari menuruni tangga menuju ke arah ruang tamu. Gadis muda berambut panjang, hidung kecil yang mancung, serta bibir merah merekah dengan mata bulat berwarna karamel itu terlihat sangat cantik dan anggun. Ditambah lagi kulit putih mulus yang menjadi turunan dari Ibunya.
"Kak Juna! Kak Juna!" Pekik Olive saat melihat sosok remaja yang ada di ruang tamu tengah menarik kopernya.
"Ale, jangan lari-lari!" Ujar lelaki itu melihat gadis muda itu berlari ke arahnya.
Olive justru semakin berlari kencang dan langsung melompat untuk memeluk lelaki itu. Dengan sigap, lelaki yang di panggil Juna oleh gadis itu menangkap tubuh Olive dan menggendongnya.
"Kak Juna! Ale kangen!"
"Hm? Padahal Kakak cuma pergi sehari doang." Jawab lelaki itu.
"Tapi Ale kangen bobo bareng sama Kak Juna. Ale kangen dinyanyiin Kak Juna. Ale kangen main bareng sama Kak Juna. Pokoknya Ale kangen sama Kakak!" Ujar gadis yang bersembunyi di bahu Juna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Roman d'amour#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)