#1 in romance 20/05/2020
[SPIN OFF ANTARIKSA]
Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
Radea turun dari mobil dengan membanting pintu sekeras mungkin. Dia tidak percaya lelaki yang baru saja menjadi suaminya itu meminta supir untuk menjemputnya dari rumah keluarganya sendiri. Dan lebih menyebalkan lagi, sekarang lelaki itu entah ada dimana. Dia hanya berpesan pada asistennya, Ken untuk menjemputnya ke apartemen. Sungguh sangat tidak sopan dan menjengkelkan. Belum lagi tadi Rivaldi Sabhara yang tidak mau dirinya pergi bersama Ken.
Gadis itu menggelengkan kepala berkali-kali sejak tadi karena masalah keluarga dari suaminya itu. Beruntung tadi Ayah dan Ibunya sudah pulang, jadi mereka tidak harus melihat perdebatan Rivaldi dengan asister pribadi Yudhistira. Radea menghentakkan kakinya dengan kasar setiap berjalan menuju ke apartemen Yudhis. Dia sudah sangat lelah dan ingin beristirahat, tetapi lelaki itu malah bermain petak umpet seperti ini.
"Dimana bosmu itu?! Apa dia ada di apartemen juga?" Tanya Radea ketus saat berada di lift.
"Tuan belum kembali, dia berpesan pada saya kalau kemungkinan akan pulang malam. Anda bisa beristirahat di kamar kosong yang ada disana nanti."
"Kenapa juga dia memilih apartemen yang sempit?! Sudah bagus tinggal bersama Papa Rivaldi di rumah!" Gerutu Radea.
"Anda belum mengerti Tuan Yudhistira, Nona. Dia memang sudah tinggal di apartemen sejak SMP sendiri. Dia pulang ke rumah hanya di waktu tertentu saja saat Nyonya Riana meminta. Silahkan Nona." Ujar Ken tanpa ekspresi mempersilahkan Radea keluar saat lift sudah terbuka.
"Apa yang tidak aku mengerti?" Tanya Radea berjalan di belakang Ken.
"Segalanya. Ini kunci apartemen, kalau anda lupa membawanya nomor sandinya 2212." Ujar Ken setelah sampai di depan pintu apartemen sambil menyerahkan kartu kunci pintu.
"Setelah ini, apa yang akan kamu lakukan?"
Ken tersenyum kecil, "masih ada pekerjaan yang ditugaskan pada saya dari Tuan, Nona. Saya harus pergi setelah memastikan anda masuk ke dalam. Tuan juga berpesan, pelayan baru akan datang besok pagi. Jadi, jika ada yang anda perlukan bisa beri tahu pada saya sekarang agar saya belikan."
"Aku tidak membutuhkan apapun. Pergilah, aku akan masuk." Jawab Radea.
Setelah itu, Radea membuka pintu apartemen. Pertama kali yang dia lihat saat masuk adalah sebuah apartemen yang cukup luas dengan hampir keseluruhan benda di dalamnya berwarna hitam. Sejauh mata Radea memandang, apartemen ini terlihat sangat suram. Tidak ada warna mencolok, semua di dominasi hitam. Dari sofa ruang tamu, lalu dia beralih melihat dapur, dan ruang bersantai-pun semuanya serba hitam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.