"Let everyone say anything about you. Just ignore it!"
- Radea P.G. -
©©©
Yudhis menghempaskan dirinya ke ranjang di kamarnya. Hari ini dia sangat lelah karena diharuskan mengambil alih pekerjaan milik Antariksa. Lelaki itu bersama dengan Senjana dan Elang tengah pergi berlibur. Sudah tiga hari ini tepatnya Yudhis mengambil alih semua pekerjaan milik saudaranya itu.
Yudhis bangun dari rebahannya dan duduk di tepi ranjang. Dia menghela nafasnya lalu bergerak melepas jas dan dasinya. Baru saja tangannya bergerak melepaskan dua kancing kemeja putihnya, suara ketukan pintu terdengar. Yudhis mengabaikannya, dia pikir itu hanya pembantu yang akan menawarkan dirinya untuk makan malam. Soalnya Riana dan Rivaldi sedang pegi berdua, katanya ingin makan malam romantis karena ini malam minggu. Yudhis hanya mendengus kesal saat Papanya itu memberitahu rencananya. Anaknya saja tidak pernah malam mingguan, ini pasangan yang umurnya sudah berkepala lima saja masih merayakan malam minggu macam anak abg.
Tok tok tok
Suara ketukan itu semakin keras bahkan ada tendangan kasar di akhir ketukan. Yudhis mengerutkan keningnya, tidak mungkin pembantu berani menendang pintu kamarnya seperti itu. Dia mulai curiga, pasti si bocah rese yang dari tadi menggedor pintu kamarnya. Dengan kesal Yudhis kembali mengancingkan kemejanya lalu bergegas membuka pintu yang masih terus digedor itu.
"OOOMMMM!!"
Suara teriakan itu tepat sekali saat Yudhis baru saja membuka pintu. Bahkan Yudhis sampai harus mengernyit mendengar suara cempreng gadis nakal itu.
"Gak perlu teriak! Ini sudah saya buka pintunya. Ada apa?" tanya Yudhis sinis.
"Hehe... Om, udah mandi belum?"
"Memangnya ada urusan dengan kamu saya udah mandi atau belum?"
"Ada dong. Kita kan mau malam mingguan, jadi Om harus mandi dulu dandan yang ganteng."
"Tunggu! Kamu bilang apa? Malam mingguan? Siapa yang mau malam mingguan? Dibilangin jangan ngehalu terus kerjaannya." ujar Yudhis kesal.
"Yaelah Om, liat deh nih rumah. Sepi udah kayak kuburan, semua pada pergi berduaan sama pasangan mereka masing-masing. Bahkan Om Rivaldi sama Tante Riana juga dinner romantis. Masa Om kalah sama bapaknya sendiri. Gak malu, Om?"
"Enggak! Buat apa saya malu?" sahut Yudhis lempeng.
"Hadeh! Om, hidup di dunia itu singkat. Kalau gak dimanfaatin dengan baik nanti bakalan nyesel. Udah ayok! Beruntung ada Dea, jadi Om gak akan menyedihkan bangetlah ditinggal malming sekeluarga. Seenggaknya ada yang ngajak, iya kan?"
"Saya gak suka keluar malam minggu begini. Rame! Pasti macet, lagian saya itu capek banget hari ini. Saya mau istirahat." ujar Yudhis sudah mau menutup pintu.
Radea tidak ketinggalan akal, dia langsung menyerobot masuk ke dalam kamar Yudhis saat lelaki lengah. Dia bahkan tidak mempedulikan Yudhia yang sudah berteriak mengusirnya seperti orang kesetanan. Radea sekarang sudah duduk di atas ranjang sambil menyender di kepala ranjang bertingkah seperti di kamarnya sendiri.
"Kamu semakin kurang ajar yah?! Keluar dari kamar saya!" usir Yudhis.
"Gak mau! Kalau Om tetep gak mau pergi sama Dea, gue gak akan keluar dari kamar ini."
Yudhis sudah gemas sendiri, sejak gadis itu mengajaknya untuk jatuh cinta sepertinya semakin hari dia menjadi lebih gila. Tentu saja ajakan terakhir kali itu tidak dihiraukan oleh Yudhis. Dia tahu bocah kecil itu tidak pernah serius dengan kata-katanya. Gadis itu hanya senang menggoda dirinya karena dia orang yang tidak mudah digoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Romansa#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)