"Hidup dengan berlapang dada akan jauh lebih tentram."
- Radea Pitasari G -
©©©
Challenge again!
Vote sampai 1k dan komen 500 aku akan update double.
©©©
Selimut putih menyelimuti tubuh polos kedua insan yang baru beberapa menit lalu mengesahkan diri sebagai seorang suami dan istri yang sesungguhnya. Sang lelaki berbaring menyanggah kepalanya menatap wanitanya yang saat ini hanya bersembunyi di dadanya. Tangan yang satu lagi dia gunakan untuk memeluk pinggang istrinya mengusap punggung putih polos dalam pelukannya.
Sekarang mereka sudah masuk dalam tahap dimana akan sulit untuk benar-benar berpisah. Rencana Yudhis, dia akan menceraikan Radea setelah urusan pemindah tanganan atas akta perusahaan milik Mertuanya pada istrinya itu. Dia sadar Radea membenci dirinya maka dari itu dia berusaha menyelesaikan segalanya dalam waktu kurang dari 2 bulan agar bisa melepaskan Radea. Jika memang melepaskan adalah yang terbaik, Yudhis siap melakukannya. Namun sekarang, dia tidak yakin bisa melakukan hal itu setelah apa yang telah mereka lalui malam ini.
"Kenapa kamu gak pernah cerita semuanya? Kamu suka kalau aku salah paham?" Ujar Radea di dada Yudhis.
"Kalaupun aku cerita, apa kamu bisa percaya?"
"Maafin aku."
"Berhenti meminta maaf, kamu gak salah. Aku yang gak mau kamu tau, wajar kalau kamu marah."
"Keluarga kamu yang lain juga gak tau?"
"Gak ada yang tau, kecuali Papa kamu yang masih di peras oleh Bella sampai sekarang."
"Kenapa gak lapor polisi aja?" Ujar Radea kali ini mendongak menatap Yudhis.
"Lapor polisi-pun percuma, belum ada bukti yang kuat tentang Bella. Dia selalu pintar menghilangkan jejak. Kalau saja dia mengancam Papamu lewat SMS atau telepon, itu bisa menjadi bukti walau belum terlalu kuat. Tetapi dia terlalu pintar, dia datang sembunyi-sembunyi menemui Papamu dan mereka gak pernah memberitahuku tentang itu. Baru sekarang, waktu kamu ke sana semuanya jadi titik terang buat aku mencarinya lagi."
"Kenapa kamu bisa tau tentang obrolan aku sama Papa Mama?"
"Rahasia. Kalau aku kasih tau kamu, nanti bisa kamu buang alatnya."
"Ck! Apasih? Kasih tau dong, yah? Aku penasaran. Perasaan di tubuh aku gak ada apa-apa." Ujar Radea memaksa Yudhis dengan mata binarnya.
"Rahasia, sayang."
Hanya dua kata itu dan sebuah kecupan di puncak kepalanya mampu membuat Radea terdiam. Sungguh, sikap manis lelaki di sampingnya ini sangat tidak bisa terbaca sama sekali. Kadang Yudhis akan bersikap seolah tidak peduli. Kadang dia akan bersikap seolah tidak menginginkannya. Tetapi terkadang dia juga bersikap seperti tidak bisa hidup tanpa dirinya.
"Jangan menyembunyikan apapun lagi, Kak. Rara gak mau harus terus menyakiti Kakak lagi." Cicit Radea dengan suara pelan.
Terdengar suara helaan nafas berat Yudhis di atas puncak kepala Radea. Kemudian lelaki itu mengangkat kepalanya dan menelusup kan tangan kanannya ke leher Radea lalu menariknya untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Kamu gak pernah menyakiti aku, Ra. Aku yang menyakiti diriku sendiri."
"Kalau gitu berhenti menyakiti diri sendiri lagi! Aku gak mau lagi dipisahin sama Kakak cuma karena kesalahpahaman. Jangan memendam semuanya sendiri lagi, mulai sekarang ada Rara. Cerita ke Rara! Kalau Kak Yudhis gak ngomong, Rara gak akan tau."
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)
Любовные романы#1 in romance 20/05/2020 [SPIN OFF ANTARIKSA] Dalam hidup seorang Yudhistira Sabhara kata cinta hanyalah sebuah lelucon tidak penting. Kejadian yang menimpa dirinya membuatnya tidak ingin berurusan dengan perasaan seperti cinta. Karena hal itu yang...
![Perfect Obsession [TERBIT] (JUPITER SERIES #1)](https://img.wattpad.com/cover/198978356-64-k680172.jpg)