HAPPY READING GUYS
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu kelas 12 telah tiba, hari ini adalah awal dari kemana mereka akan melangkah, menggapai impian masing-masing. Hari ini mereka berpisah satu sama lain, tetapi sejatinya ini adalah awal dari segalanya.
Kawasan SMA ramai dengan para orang tua yang menemani anak-anaknya, di pagi hari yang cerah ini, kebanyakan dari mereka berfoto-foto, mengukir kenangan bersama teman dan keluarga.
Ana keluar dari mobil dengan perasaan campur aduk, ia baru selesai make up di salon, di temani oleh tante Mawar dan om Fahri, yang juga akan mendampinginya sampai siang nanti. Sedangkan Ian yang sedari awal mendaftar ingin ikut, tiba-tiba ada urusan mendadak.
Tante Mawar menggandeng lengan Ana, membawanya masuk kedalam tempat yang sudah disediakan untuk duduk. "Enggak usah mikir yang aneh-aneh, nenek udah pasti bangga liat kamu." Celetuk Mawar, seakan mengerti apa yang ada di pikiran Ana.
"Iya tante, makasih." Ujar Ana lembut, dulu ia menantikan sekali neneknya untuk datang di hari wisudanya, tetapi ternyata takdir berkata lain. Mata Ana kembali berkaca-kaca, teringat sang nenek dan juga nasib keluarganya yang mengenaskan ini.
"Ayok foto dulu, Om fotoin kamu sama Tantemu." Ucap Fahri sambil mengangkat Camera Ian yang sengaja ia bawa. "Masa udah cantik-cantik enggak foto, rugi dong, nanti kamu di ejek Ian loh."
Ana tersenyum tipis, sepertinya ia lupa bersyukur. Dihari yang membahagiakan ini walau tidak ada yang nenek tetapi tante Mawar dan om Fahri menemani, bahkan bersemangat untuknya, yang bukan siapa-siapa dalam keluarga mereka.
"Ayok foto bareng." Ucap Ana bersemangat. "Sama Om juga, kita foto bertiga." Ucapnya sambil mencari orang untuk memfotokan mereka. "Ish mas Ian harusnya jadi fotografer malah pergi." Gerutu Ana saat menyadari Ian tidak ada disini, menemaninya.
"Sini Om fotoin kalian berdua dulu, gampang nanti kita foto bertiga. Ayok keburu acaranya dimulai." Fahri meyakinkan, sambil mencari backround yang bagus untuk foto. "Ayok disana bagus." Tunjuknya.
Ana mengangguk setuju dan mengikuti arahan om Fahri, ia dan Tante Mawar secara bergantian mengganti pose sampai MC memanggil agar para siswa yang wisuda segera merapat.
"Ana kesana dulu ya tante."
"Okey."
Mendengar jawaban itu Ana segera berkumpul dengan teman-temannya, Jule, Maya, Ella dan yang lainnya. Mereka menunggu intruksi sambil berfoto-foto menggunakan handphone.
"Ih ayang Ana cakep banget sih, nanti harus foto sama gue ya." Gombal Samsul, cowok itu tampil berbeda dari biasanya.
"Wah bisa ganteng juga lo." Puji Ana, karena hari ini pakaian Samsul rapih, tidak seperti gembel.
"Sumpah?! Gue dipuji ganteng sama ayang Ana." Samsul menggoyang-goyangkan tubuh Lukman bersemangat. "Ahh baper gue."
"Tapi beneran deh kalau rapih gini lo keliatan lebih ganteng." Tambah Ana lagi, ia tidak berbohong, wajah Samsul memang terlihat lebih tampan dari biasanya.
Samsul meletakkan kedua tangannya di dada, memiringkan kepala seolah-olah pingsan karena terpesona, lalu membuka satu mata dan berkedip dengan lucu seraya tersenyum manis kearah Ana. Seakan dirinya adalah Kim Seonho dalam drama When Life Gives you Tangerines.
"Aaaaaa, Samsul ganteng banget."
"Samsul pacaran sama gue aja ayok."
Dari belakang Ana susul-menyusul teriakan memuji Samsul. Ana tertawa kecil melihat kelakuan cowok itu, ia tidak tahu apa yang Samsul lakukan, tapi baginya itu cukup menggelikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mubayyin [On Going]
Teen FictionUsaha Ana dalam mencari keberadaan sang ayah membuatnya harus tinggal di pondok pesantren, dan berada dalam pengawasan Ian, tetangga sekaligus ustad di pesantren itu. Walau di awal merasa terkekang dan tidak membuahkan hasil, namun kedekatannya deng...
![Mubayyin [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/332756967-64-k237080.jpg)