HAPPY READING GUYS
○○○○○○○○○○○○
Di bawah guyuran air hujan yang turun dengan deras, Zaynal mengemudikan mobil Ian dengan santai. Jalanan terlihat begitu lenggang, jam menunjukkan pukul 00:30 dan ia baru selesai mengisi acara di saat orang-orang mungkin terlelap dalam tidurnya.
Ia bersyukur membawa mobil Ian jadi tidak kehujanan, karena biasanya ia selalu menaiki motor. Pikiran Zaynal berkelana kemana-mana memikirkan banyak hal, hingga tanpa sadar ia hampir saja menabrak penyebrang jalan.
Zaynal menatap sepasang laki-laki dan perempuan yang juga sama kagetnya dengan dirinya, pakaian mereka basah kuyup, gerimis juga masih membungkus kota itu. Zaynal menurunkan kaca mobil, menatap keduanya. "Enggak apa-apa kan mas, mba?" Tanya Zaynal khawatir.
"Iya bang enggak apa-apa kok." Ucap laki-laki itu, sambil merangkul pundak si cewek. Terlihat khawatir.
"Mau kemana? Ayok bareng saya aja." Ucap Zaynal terlibat tidak tega, apalagi begitu melihat perempuan itu yang menggigil.
"Abang mau kemana emangnya?"
"Saya mau ke hotel." Ujar Zaynal, karena sedari awal ia berniat bermalam di hotel, baru besok pagi kembali ke pondok pesantren Assalam.
"Enggak apa-apa bang saya sama adik saya basah kayak gini?" Ujar laki-laki itu lagi terlihat ragu.
"Iya gak apa-apa." Ujar Zaynal membuka kunci pintu mobil, membuat laki-laki itu mendorong sang perempuan masuk.
Dari kaca bisa Zaynal lihat si perempuan sedang kedinginan, dengan sekujur tubuh basah kuyup, rambutnya yang di kepang rapi meneteskan air hingga jatuh ke bajunya yang juga basah. Rasanya ia tidak tega apalagi begitu melihat wajah perempuan itu yang tampak pucat.
"Maaf mba, nih pake Hoodie saya takutnya mbaknya kedinginan." Zaynal menyerahkan Hoodie yang terletak di kursi sampingnya. Dan di terima si laki-laki dengan sigap, kemudian ia selampirkan pada bahu si perempuan.
"Makasih ya bang udah bantu kita."
Masih fokus dengan jalan di depannya Zaynal mengangguk kecil. "Kalau boleh tahu kalian dari mana? Kok hujan-hujanan."
Tampak si laki-laki tersenyum kecut. "Kebetulan keluarga saya ada masalah, terus adek saya kabur, dan naasnya juga kita kecopetan." Ucap si laki-laki. "Lo gak apa-apa kan dek?"
Samar Zaynal melihat anggukan perempuan itu dari balik kaca kecil di mobil, kemudian ia melakukan mobil menuju basement hotel. Ia turun bersamaan dengan kedua kakak adik itu.
"Makasih ya bang, maaf bikin mobil Lo basah." Ujar si laki-laki.
"Santai aja enggak apa-apa, sok kalian duluan aja." Ujar Zaynal.
Si laki-laki tampak menuntun adiknya untuk menuju lobi hotel, namun tiba-tiba adiknya berbalik dan berdiri di depan Zaynal. "Nih kak makasih." Ujar perempuan itu sambil menyerahkan Hoodie Zaynal. "Ouh iya nama gue Dekka, salam kenal." Ujar perempuan itu sebelum menyusul langkah kakinya yang berjalan dengan cepat.
Zaynal berdiri kaku di tempatnya, memegang Hoodie nya yang setengah basah. "Dekka," gumam Zaynal menyebut nama gadis itu.
*****
Setelah beberapa waktu lalu di kejutkan dengan kepulangan dua anaknya, kini Mawar di buat heran dengan sikap keduanya yang hanya duduk diam di ruang tamu tanpa interaksi, hanya melihat satu sama lain.
"Kalian kenapa sih kok tiba-tiba pulang, terus diam-diam kayak gini." Ujar mawar menatap mereka bergantian.
"Enggak apa-apa, Abang mau mandi dulu bunda." Ian beranjak dari duduknya menuju lantai atas, kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mubayyin [On Going]
Fiksi RemajaUsaha Ana dalam mencari keberadaan sang ayah membuatnya harus tinggal di pondok pesantren, dan berada dalam pengawasan Ian, tetangga sekaligus ustad di pesantren itu. Walau di awal merasa terkekang dan tidak membuahkan hasil, namun kedekatannya deng...
![Mubayyin [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/332756967-64-k237080.jpg)