Priceless

817 90 9
                                        

Lagi males nyari yang typomya jadi semoga paham dan semoga suka juga.
Like dan komennya jangan lupa ya lu pada 🫵

❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥

"

Jung, lo dipanggil tuh." Ujar Tae yang baru saja memasuki ruangan Jungkook.

Jungkook yang sedang sibuk dengan berkasnya pun mendongak. "Kenapa lagi?" Tanyanya penasaran.

Tae mengedikan bahunya acuh. "Misi lo mau di tambahin kali."

Jungkook berdecak malas. "Ini aja belum kelar si sialan itu malah mau nambahin." Ujarnya kesal

Tae terkekeh pelan. "Lagian gue bilangkan mau bukan berarti iya, temuin dulu aja."

Jungkook menghela nafas gusar kemudian berdiri dari duduknya. "Yaudah gue kesana dulu."

Tae hanya mengangguk saja sesekali menatap laptop dan iPad nya bergantian.

Tidak perlu menunggu lama untuk menemui atasannya itu. Di depan sana pintunya sudah terlihat sehingga ia langsung mengetuknya dua kali dan langsung masuk setelah mendapat respon dari dalam. "Bapak panggil saya?" Tanya Jungkook tho the point.

Asal kalian tahu saja pekerjaannya saat ini sangat banyak dan rumit tapi malah sempat-sempatnya memanggilnya begini? Sialan memang.

"Duduk dulu aja."

Jungkook berdecak malas dalam hati kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu sembari memperhatikan atasannya itu membuka laci di meja kerjanya. Apa itu? Terlihat seperti gantungan Photocard.

"Dia siapa?"

"Lalisa Arkylie."

Jungkook nampak mengangguk duakali. "Lalu?"

"Tugas kamu bikin dia tunduk." Ujarnya setelah memberikan foto itu.

Jungkook menerima sebuah foto yang terlampir diatas meja tersebut kemudian menelitinya. Dimana di dalam foto itu seorang wanita dewasa yang terlihat seumuran dengannya.

"Emang dia kenapa?"

"Dia pembunuh yang licik."

Jungkook meneliti bentuk wajah yang terlihat sangar dan dingin juga namun tidak menapik kenyataan kalau wanita itu terlihat cantik juga tapi masa iya sih ia diberi tugas tambahan seperti ini? Lalu bagaimana tugasnya yang lain, ck. Jungkook berdeham sebentar kemudian menjawab. "Tapi tugas saya yang saat ini saya tangani belum sepenuhnya selesai." Ujarnya bermaksud bernegosiasi.

Atasannya yang mengerti pun mengangguk perlahan kemudian menjawab. "Kasus yang kamu tangani saat ini tidak lebih penting dari wanita ini. Kalau dia tidak segera di tangkap maka semuanya semakin kacau."

Jungkook mengernyitkan dahinya mendengar itu. "Kenapa? Apa dia seberbahaya itu?"

Adam selaku nama atasannya mengangguk lagi. "Sangat berbahaya. Rumornya dia sedang sembunyi di negara yang semua orang mungkin tidak tahu di negara mana termasuk saya sendiri."

"Kalo anda sendiri tidak tahu bagaimana dengan saya?" Tanyanya karena merasa konyol. Ia diberi tugas yang bahkan atasannya sendiri tidak bisa menangani lalu bagaimana dengan dirinya, pikirnya.

"Kamu Agent terbaik di negara ini." Ujarnya mengingatkan.

Jungkook berdecak kesal. "Saya sedang menangani kasus Walikota yang saat ini ketahuan korupsi tapi anda menambahi tugas saya? Itu tidak adil."

"Tugas kamu akan dialihkan ke Tae."

Mata Jungkook membulat sempurna, apa katanya? Dialihkan ke Tae? Yang benar saja. Ia bukan tidak mempercayai temannya itu tapi itu kasus yang sudah ia tangani sejak awal dan sudah berjalan setengah jalan juga kalau dialihkan begitu saja ia tidak yakin kalau semuanya selesai. "Pak, begini-" Ia belum selesai berbicara tapi sudah di sela oleh Adam lagi.

Oneshoot LKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang