Amnesia

760 90 20
                                        

"Sayang, gimana es krimnya enak gak?" Tanya Jungkook disaat kekasihnya baru saja mencoba eskrim yang baru buka di kota mereka Minggu ini.

Lalisa tampak mengangguk antusias. "Enak banget. Kamu tau darimana toko eskrimnya?"

Jungkook terkekeh pelan dan mengusap sudut bibirnya menggunakan tisu. "Kemaren lewat fyp aku jadi mumpung deket dan baru buka juga jadi aku ajak kesini."

Lisa tampak mengangguk saja dan menikmati eskrimnya.

***


"Sayang, besok aku mau latihan basket, gapapa kan?"

Lisa yang sedang sibuk dengan ponselnya pun menoleh. "Iya gapapa, emang kenapa?"

"Besok kan jadwal kamu latihan nari juga jadi aku gabisa nganterin dong."

Lisa yang baru saja ingat pun menepuk dahinya pelan. "Oh iya ya. Tapi gapapa deh besok aku naik taksi aja."

"Bener gapapa?" Tanya Jungkook memastikan.

Lisa mengangguk pasti. "Iya sayang gapapa kok."

"Oh yaudah."

***


Jungkook tersenyum getir ketika mengingat kenangan singkat mereka dan kenangan pahit yang baru saja melintas di ingatannya saat ini. Dimana sejak ia memutuskan latihan dan tidak bisa mengantar Lisa hari itu membuat semuanya jadi seperti ini. Dimana Lisanya kecelakaan parah yang menyebabkannya hilang ingatan namun kalian tahu apa yang lebih sakit dari itu? Kekasihnya, Lalisanya, cintanya itu melupakan dirinya karena lupa ingatan.

Andai saja saat itu ia izin sebentar untuk mengantarkan Lisa ke tempat dimana ia latihan menari dan menjemputnya di malam hari tapi siapa yang tahu kalau saat Lisa berangkat ia mengalami kecelakaan tragis yang merenggut ingatannya dengan paksa dan melupakan dirinya yang bahkan sampai saat ini masih berpikir keras bagaimana Lisa bisa mengingatnya. Hari-hari yang ia lewati terasa hampa dan tidak berarti ketika Lisa mengatakan kalau ia tidak mengingat dirinya sama sekali. Kalian tahu? Itu sakit sekali.

Jungkook masih setia berada di ruangan Lisa dirawat karena seperti yang kalian tahu Lisa masih sakit dan tubuhnya juga belum pulih sepenuhnya. Lisa saat ini sedang tidur dengan nyaman di tempat tidurnya sedangkan ia masih setia memandangi wajah kekasihnya yang sedang tertidur pulas itu dari samping. Air matanya terkadang tidak bisa di bendung karena menghadapi kenyataan pahit seperti ini walaupun kedua orangtua Lisa masih mengizinkannya menemui Lisa bahkan menemani Lisa selama sebulan terakhir ini.

Dengan tangan bergetar ia mengangkat tangan dan menggenggam tangan yang selalu mengelus kepalanya dengan sayang dan ya ia benar-benar merindukan sentuhan lembut itu sehingga ia mendaratkan tangan Lisa diatas kepalanya dan memejamkan matanya bersamaan air matanya jatuh dan masih memandangi wajah Lisa.

"Sayang, ini aku Jungkook. Pacar kamu, cowo kesayangan kamu." Bisiknya dan mengusap air matanya ketika menetes dengan deras dan secepat kilat menarik tangannya ketika Lisa terganggu dan mulai bergerak untuk bangun. Sial, ia tidak sempat menyembunyikan wajah kacaunya saat ini di depan Lisa.

"Lo lagi?" Tanya Lisa yang terlihat jengkel saat ini. Asal kalian tahu orang di depannya ini selama sebulan ini selalu berada di dekatnya padahal ia tidak mengenalnya sama sekali.

Jungkook tersenyum getir. "Hei, aku Jungkook pacar kamu." Ucapnya dengan suara bergetar.

Lisa memutar bola matanya malas. "Gue gak punya pacar stop ngaku-ngaku."

"Sayang, please." Ujarnya dan memberanikan diri menggenggam tangan Lisa kembali setelah sempat ditarik Lisa tadi saat bangun.. "Aku pacar kamu, sayang. Kamu lagi sakit jadi kamu lupain aku."

Oneshoot LKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang