Ditengah perjalanannya hendak mengantarkan Aline pulang, titik lokasi yang menunjukkan keberadaan Naiara tiba-tiba aktif. Untuk itu Bima segera kembali memutar balik mobilnya dan menambah kecepatannya. Takut terjadi apa-apa terhadap gadis itu. Tapi ia terheran, karena titik lokasi itu berada di perusahaan tantenya.
Apa yang terjadi disana terhadap gadis itu, entahlah. Pria itu juga tidak mau menebak-nebaknya.
"Lho, kok mutar balik ? Lo mau bawa gue kemana lagi sih ?"
Bima tidak menjawab. Ia hanya fokus menyetir dengan kecepatan maksimal.
Ketika tiba, ada notif baru diponselnya. Ada berita terbaru dari media sosialnya.
Ponselnya juga langsung berdering. Ada panggilan masuk dari Juna.
"Hallo.."
"Apa pak Bima sudah melihat beritanya ?"
"Iya, barusan saya lihat beritanya. Apa kamu tau, siapa yang sudah membebaskannya ?"
"E.. Itu pak.."
"Katakan saja."
"Yang membebaskannya.. Mbak Naiara, pak."
"Naiara ?"
"Iya pak. Mbak Naiara menjadikan dirinya sebagai jaminan kebebasannya pak Reynand."
"Apa ?"
"Mbak Naiara tiba-tiba saja mengirimkan laporan tentang kebebasannya pak Reynand."
"Kamu tau apa isi laporannya ?"
"Maafkan saya pak, saya gak berhasil mendapatkan info isi laporan itu."
"Ya sudah. Sekarang kamu susul saya ke KC group."
"Baik pak."
Panggilan berakhir.
Bima juga segera menunjukkan berita itu kepada Aline.
"Hah ? Jadi.. Papa udah bebas ?" Wajah Aline tampak senang ketika mengetahuinya. "Tapi.. Siapa yang udah ngebebasin papa ? Kok bisa dengan semudah itu ? Apa lo tau siapa orangnya ?"
"Naiara."
"Naiara ? Kok bisa ?"
"Kalo lo ingin tau gimana dia bisa ngebebasin om Reynand. Sebaiknya kita temui dia didalam."
"Yaudah. Yuk.. !"
Meski sangat ingin segera menemui sang papa. Tetapi ia juga harus menemui orang yang sudah membantu membebaskan papanya terlebih dahulu.
***
Berita tentang kebebasan Reynand sudah tersebar diseluruh media masa. Termasuk sudah sampai ke telinga Cindy dan Aldrich.
Keduanya sangat penasaran, bukti seperti apa yang bisa membebaskan Reynand dengan semudah itu. Dan siapa yang sudah berani mengambil resiko itu untuk membebaskannya.
"DASAR TIDAK BECUS KALIAN SEMUA !! Menjaga satu orang saja tidak bisa !" Satu persatu ia memukuli anak buahnya. Melampiaskan kemarahannya. "Siapa yang memberikan perintah untuk membebaskannya ? SIAPA ??"
Sepertinya Aldrich sangat marah terhadap para anak buahnya yang diutus untuk memata-matai Reynand selama dipenjara, ternyata berhasil bebas.
"Katanya ada seorang jaksa yang menjamin kebebasannya. Karna ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa pak Reynand tidak bersalah." Jawab salah satu anak buahnya yang terbata-bata ketika menjelaskannya.
"Siapa ?"
"S-saya tidak tau tuan."
"SIAPA ?!! Tanyanya sekali lagi dengan suara yang keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN
Roman pour Adolescents"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya. Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya. Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya. "Ooh, ternyata lo manusia."...
