Ketika sudah berada di dalam ruangan tante Kelyn, kedua gadis itu berpencar. Rania mencari di sekitaran meja kerja sang mama. Sementara Naiara mencari di rak buku. Mereka menggunakan cahaya seadanya melalui senter ponselnya.
Namun, ketika hendak mengambil salah satu buku. Tiba-tiba saja sebuah pintu lain terbuka dari balik rak buku itu.
Karena penasaran, Naiara pun masuk sendirian.
Begitu masuk, pintu itu kembali tertutup.
"Nai.. Sebenarnya lo mau cari apaan sih ?" Sambil membaca-baca beberapa berkas yang ditemukannya.
"Nai.. Naiara.." Dilihatnya disekitar tak ada siapapun. Benar-benar sepi dan sangat gelap.
Tidak lama. Lampu pun kembali menyala.
"Lho.. Kemana perginya tuh anak ? Kok gak bilang-bilang sih kalo mau keluar ? Awas aja ntar kalo ketemu.." Ocehnya. Lalu segera keluar sebelum para satpam itu kembali berjaga di depan pintu ruangan sang mama.
***
Sebuah lorong yang begitu panjang membuat Naiara meneruskan langkahnya. Ia penasaran kemana ujung dari lorong itu.
Terdengar langkah beberapa orang seolah mendekat ke arahnya. Maka, dengan segera ia mencari tempat persembunyian.
Setelah aman, ia pun melanjutkan kembali langkahnya.
Begitu lorong itu berakhir, dilihatnya dari atas ternyata ruang bawah tanah yang dibangun seperti markas rahasia. Meskipun ruangannya banyak, tapi terlihat begitu menyeramkan. Karena ruangan itu terasa sangat dark.
Membuat Naiara agak sedikit takut untuk melanjutkannya. Tapi dia sendiri juga penasaran akan ruangan itu.
Sebelum turun, sekilas ia seolah melihat keberadaan seorang pria yang dikenalnya. Seorang pria yang baru selesai dirawatanya.
Pria itu pergi ke salah satu ruangan dengan beberapa bodyguard yang mengikuti langkahnya.
Untuk memastikannya, Naiara pun mencari anak tangga untuk turun. Tentu saja secara hati-hati agar tidak ketahuan.
Ketika melewati salah beberapa ruangan, sempat membuatnya shock. Ternyata banyak orang-orang yang mereka pukuli dengan kejam.
Naiara yang melewatinya tidak berani untuk berlama-lama melihatnya. Ia tidak tega untuk menyaksikannya. Sudah pasti begitu menyakitkan. Ingin rasanya ia menyelamatkan mereka, tetapi apalah daya. Ia hanya seorang diri juga sedang mempertaruhkan nyawanya.
Kenapa mereka kejam banget ?
Salah mereka apa, sampe dipukuli seperti itu ?
Kenapa diperusahaannya tante Kelyn ada ruangan seperti ini untuk menyiksa mereka. Apa tante Kelyn tau ? Atau emang, mereka adalah anak buahnya tante Kelyn.
Nggak. Aku gak percaya tante Kelyn orang yang seperti itu.
Tapi.. Itu bukannya bodyguard-bodyguarnya kakeknya Bima, ya ? Kok mereka ada disini semua ?
Naiara melihat para bodyguard Aldrich berkumpul dan berjaga dimana-mana.
Apa jangan-jangan.. Kalo ini adalah markasnya mereka ?
Seketika, terdengar suara teriakan dari seorang gadis.
Untuk itu, Naiara pun segera menuju ke suara teriakan itu. Ia seolah mengenalinya.
Bima.. Kamu dimana sih ? Aku takut..
Kalo ada apa-apa sama aku disini gimana ?
Dengan mata yang berkaca-kaca seolah ingin menangis, Naiara memberanikan dirinya mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN
Fiksi Remaja"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya. Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya. Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya. "Ooh, ternyata lo manusia."...
