Seorang pria paruh baya yang baru keluar dari penjara, bukannya pulang tapi malah langsung menuju kediamannya Cindy Azalia.
Pria paruh baya dengan ditemani seorang bodyguardnya menunggu dengan sabar di ruang tamu.
Cindy yang masih menyelesaikan pekerjaannya sudah bisa menebak, kalau pria paruh baya itu sudah pasti menemuinya terlebih dahulu.
"Jaga dia. Jangan sampai dia kabur." Ucapnya pada salah satu bodyguardnya.
"Baik bos." Segera melakukan perintahnya.
Sementara Cindy juga segera menemui pria paruh baya itu.
"Pak Reynand.." Sapanya.
"Bu Cindy.. Maaf saya buru-buru langsung ke sini menemui ibu."
"Silahkan duduk."
"Ini informasi yang ibu cari sudah berhasil saya dapatkan." Sambil memberikan beberapa berkas kepada Cindy.
Cindy menerimanya, sambil membaca-baca isi ditiap lembarnya.
Isi dari informasi itu adalah beberapa perusahaan ilegal yang bekerjasama sama dengan Aldrich di luar negeri. Tujuan Cindy mendapatkan itu supaya bisa memutuskan kerjasama antara mereka agar tidak ada yang membantu pemasukan keuangannya Aldrich lagi.
"Seperti yang ibu katakan. Saya sudah mencari tau ke beberapa orang yang ada dipenjara. Tidak hanya itu.. Masih ada satu gudang lagi yang isinya ternyata bahan-bahan kimia."
"Sudah pasti, mereka akan membuat bahan peledak."
"Bahan peledak ? Sepertinya mereka benar-benar ingin menguasai negaranya sendiri.__Bagaimana ini ? Apa ibu sudah ada rencana ?"
"Tenang saja. Saya sudah menugaskan Arion untuk mencari tahu lokasi itu."
"Baiklah kalau begitu.__Oh ya bu, soal kebebasan saya..."
"Pasti pak Reynand mau menanyakan siapa yang sudah menjamin kebebasan pak Reynand. Benar kan ?"
"Apa ibu sudah tau ?"
"Yang bebasin pak Reynand adalah Naiara."
"Naiara putri ibu ?"
"Siapa lagi. Anak itu memang terlalu ceroboh. Ntah apa yang dipikirkannya sampai dia bisa senekat itu membebaskan pak Reynand dari penjara. Padahal saya masih memerlukan pak Reynand untuk mancari informasi lagi disana.__Tapi, ya sudah lah. Mereka juga sudah tau pak Reynand sudah bebas."
"Trus, Naiaranya sekarang bagaimana bu. Apa dia baik-baik saja ?"
"Naiara sudah aman bersama saya. Jadi mereka gak akan mudah tuk mendapatkan anak itu."
"Baiklah. Kalau begitu, saya pamit dulu."
"Iya silahkan.__Oh ya, satu lagi.. Jangan kasih tau soal keberadaan putri saya ke putranya pak Reynand. Bapak tau sendiri kalau mereka sangat dekat."
"Baik bu."
Cindy tidak mengantar, ia langsung menyuruh beberapa anak buahnya untuk melakukan misi terbaru mereka.
***
Azka bersama Kevin juga tiba dititik lokasi. Melihat kiri kanan memastikan keadaan sekitaran aman, barulah mereka masuk ke dalam ruangan itu.
Lorong yang begitu panjang dengan banyak cabang dan ruangan. Sehingga membingungkan mereka untuk memasukinya. Apalagi disetiap lorong itu banyak para bodyguard yang berlalu lalang.
"Sebaiknya kita berpencar aja." Saran Azka.
"Ok."
"Ntar ketemu ditempat tadi."
KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN
Fiksi Remaja"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya. Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya. Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya. "Ooh, ternyata lo manusia."...
