"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya.
Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya.
Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya.
"Ooh, ternyata lo manusia."...
Setelah mengantarkan tante Deana, Naiara kembali melanjutkan perjalanannya kembali ke perkotaan.
Misinya kali ini adalah mengambil kembali jasad sahabatnya dan membalaskan kematiannya. Tidak perduli apapun resikonya nanti, ia sudah siap menghadapinya.
Namun, ketika tiba di KC group. Ponsel Arion berdering.
Ada panggilan masuk dari bosnya. Ia sudah bisa menebak, kalau bosnya itu sudah mengetahui kepergiannya bersama putrinya itu.
Entah apa yang mereka bicarakan, tapi setelah itu Arion kembali memutar setir mobilnya dan melanjutkan perjalanannya. Melaju dengan kecepatan maksimal, menyalip beberapa kendaraan yang menghalangi jalannya.
Naiara bertanya pun tak dihiraukannya. Ia hanya fokus menyetir.
***
Di dalam sebuah ruangan, tampak seorang gadis yang sedang diikat di kursi. Ia berusaha untuk memberontak, tapi tak bisa bergerak.
Apalagi mulutnya juga dibungkam. Sehingga tak bisa berteriak meminta tolong.
"Bos, putri tertua pak Reynand sudah ada sama kami."
"Bagus."
Salah satu dari para bodyguard itu menghubungi bosnya.
Sepertinya penculikan itu memang sudah direncakan dari awal, sejak kebebasannya Reynand.
Setelah mengakhiri percakapan mereka melalui panggilan telepon, para bodyguard itu pun keluar dari ruangan itu lalu mengunci pintunya dari luar.
***
"Mami yakin ini tempatnya ?" Tanya seorang putra kepada maminya. Karena ia merasa aneh dengan tempat yang mereka datangi.
"Iya. Yuk masuk."
Wanita paruh baya itu masuk terlebih dahulu tanpa rasa takut sedikitpun. Seolah ia sangat mengenali tempat itu.
Mereka ialah Marlene Julia bersama anak tertuanya yaitu Caesar Ivander.
Kedua bodyguard yang sedang berjaga mempersilahkan mereka masuk.
"Bu Marlene, silahkan duduk."
Beberapa bodyguard yang lain, mengambilkan minuman dan beberapa cemilan untuk mereka.
"Saya sudah mendengar dari bos, kalo bu Marlene membutuhkan bantuan dari kami untuk mencari keberadaan putri kedua ibu." Ucap ketua bodyguard itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tristan Arlando.
Raymond sengaja memerintahkan Tristan untuk menculik Aline agar Reynand segera menyerahkan buku besar itu. Karena perjodohan saat itu tidak berhasil terjadi, sehingga ia memiliki rencana lain agar bisa mendapatkannya.
"Iya, benar. Bagaimana ? Apa kalian bisa menemukan putri saya itu ?"
"Tenang saja, kami tentu saja akan menemukan putri bu Marlene secepatnya."