Chapter 78

9 0 0
                                        

Tampak beberapa orang hacker sedang mengamati beberapa titik lokasi ruang rahasia yang sedang mereka cari di perusahaannya Aldrich.

Ruang rahasia yang sangat sulit untuk mereka temukan selama ini. Kunci satu-satunya untuk menghancurkan seorang Aldrich.

"Arion.. Apa kamu punya ide ?" Tanya Cindy kepada salah satu anak buahnya.

"Kalo menurut saya, sebaiknya kita putuskan dulu satu persatu sumber keuangannya. Setelah tidak ada lagi pemasukan. Dia pasti akan membutuhkan lebih banyak uang dan pergi ke tempat rahasia itu."

"Ya sudah, lakukan begitu saja."

"Baik bos."

"Apa perlu yang lainnya turun ?"

"Gak perlu. Saya bisa mengatasinya sendiri."

"Ya sudah. Hati-hati."

Pria itu pun segera menjalankan tugasnya.

Sebelum itu, ia menggunakan perlengkapan menyamarnya terlebih dahulu.

Sebelum itu, ia menggunakan perlengkapan menyamarnya terlebih dahulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arion.

Ia adalah orang kepercayaannya Cindy yang paling bisa diandalkan. Selain tubuhnya yang begitu kuat dan jago berkelahi, ia juga paling cepat menyelesaikan misinya tanpa diketahui oleh musuh. Sehingga musuh sangat sulit menemukan jejaknya.

Tetapi, dibalik ia yang begitu kuat, ia pernah memiliki masa lalu yang sangat kelam. Ia juga merupakan salah satu korban dari kekejamannya Aldrich.

Di saat itu, ketika hidupnya begitu putus asa. Cindy menemukannya dan menyelamatkan hidupnya. Untuk itulah ia bergabung dengan Cindy dan menjadi kuat supaya bisa membalaskan semua dendamnya.

***

Pintu kamar terbuka. Naiara masuk sambil membawakan makanan untuk Deana. Ia juga membawakan pakaian ganti yang sempat dibelinya tadi sebelum mereka tiba di rumah persembunyian mereka.

"Tante.. Tante makan dulu ya."

Deana hanya mengangguk. Mengikuti apa kata Naiara.

Ia tampak begitu lahap makannya. Membuat Naiara semakin sedih melihat keadaannya.

"Sebenarnya apa yang terjadi sama tante ? Sampe tante jadi seperti ini.."

"Sebenarnya mama kabur dari oma kamu. Jangan kasih tau oma kamu, kalo mama disini sama kamu. Nanti kita dipisahin lagi."

Gimana aku mau kasih tau ke kamu soal kondisi mama kamu seperti ini, Bim.

Kalo kamu tau, kamu pasti lebih sedih dari aku.

"Astaga.. Bisa-bisanya aku lupa. Duuh.. Dia masih nungguin aku gak ya ?"

Seketika ia ingat akan janji pertemuannya dengan Bima.

"Tante.. Tante tunggu disini ya, jangan kemana-mana."

"Nggak ! Kamu gak boleh pergi. Kamu gak boleh ninggalin mama lagi." Tangan Deana begitu lekat memegangi lengan Naiara untuk mencegahnya pergi. "Mama mohon, jangan pergi. Temenin mama disini. Mama takut sendirian."

RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang