Chapter 87

9 0 0
                                        

Raymond yang baru tiba dirumahnya sudah langsung dihadang oleh kedua anak buah Aldrich. Ia dipukuli habis-habisan hingga babak belur dihadapan Aldrich.

Sepertinya saat ini emosi Aldrich sudah tidak bisa lagi ditahannya.

Bagaimana tidak marah. Gara-gara masalah kemarin membuat rencana Aldrich gagal untuk membujuk Bima kembali ke perusahaannya. Bahkan, sampai membuat kerugian yang begitu besar karena para investor dari luar menolak untuk kembali bekerja sama dengan mereka. Data-data itu bocor hingga menyebabkan para polisi yang sudah lama mencari keberadaan mereka menjadi tahu.

Itu semua karena Arion anak buahnya Cindy. Data-data yang sudah disalinnya kemarin segera dikirimnya ke kantor polisian maupun kantor kejaksaan.

***

Setelah semalaman istirahat lepas operasi. Akhirnya Naiara pun terbangun dari tidurnya. Dilihatnya, seorang pria masih tertidur lelap sambil menggenggam erat tangannya.

Bima..

Perlahan, tangan sebelah kirinya mengelus rambut pria itu.

Maafin aku.. Selalu bikin kamu khawatir kayak gini.

Tidak lama, Bima pun terbangun. Sepertinya sadar ada yang bergerak didekatnya.

"Naiara.." Langsung duduk berhadapan dengan gadis itu. "Kamu udah bangun ?"

"Em. Maaf ya, aku jadi ngebangunin kamu."

"Gapapa. Gimana keadaan kamu ? Yang mana yang sakit ?" Wajahnya masih tampak khawatir.

"Perut aku masih sakit sedikit."

"Sebentar ya, aku panggil dokter dulu."

Naiara mengangguk.

Segera Bima keluar memanggil dokter. Ia merasa lega karena gadis itu sudah terbangun lepas operasi kemarin.

***

Sementara diruangan sebelah. Seorang pria masih juga belum kunjung sadarkan diri. Disampingnya ada Aline yang siaga menjaganya. Om Reynand sudah berangkat kerja, tante Adela pulang istirahat. Semalaman ia sudah berjaga di rumah sakit selagi Aline pulang.

Sambil berjaga, Aline menyempatkan untuk memeriksa pekerjaannya. Bahkan, sudah membawa laptopnya untuk mengadakan zoom meeting bersama para karyawannya.

Akhir-akhir ini dikarenakan masalah perushaan GG group, perusahaannya juga terkena imbasnya, termasuk perushaaan papanya. Sehingga para karyawan Aline harus bekerja extra untuk menaikkan saham mereka agar tidak kembali anjlok.

"Gimana keadaan Arvin ?" Tanya Ellen.

Sambil mengerjakan pekerjaannya, mereka melakukan video call bersama. Karena Ellen juga sibuk di kantor menghandle beberapa pekerjaan Aline.

"Masih belum sadar. Tapi kata dokter udah gapapa."

"Semoga aja Arvin baik-baik aja dan cepat sadar."

"Thanks ya."

"Lo juga, jangan sampe telat makan. Ntar malah lo yang drop. Niatnya mw jagain orang sakit, malah lo yang sakit ntar."

"Iya, iya. Bawel deh."

"Oh ya, gue mau keluar nih. Lo mau makan apa ?"

"Jajangmyeon kalo ada."

"Eh, lo kira ini di korea apa ? Jangan yang aneh-aneh deh."

"Apa aja yang penting bikin perut gue kenyang. Sama ini, titip es campur creamy dong. Yang vanilla. Sama es jumbo. Eh kalo ada telur gulung, boleh juga tuh."

RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang