Chapter 77

10 0 2
                                        

Seorang wanita paruh baya berlari terburu-buru dengan kaki yang luka-luka. Karena ia tidak menggunakan alas kaki. Seolah lepas kabur dari seseorang yang ingin menyakitinya.

Bajunya juga tampak lusuh.

Sedikit lagi aku pasti bisa bertemu dengan anakku.

Sudah beberapa hari ini Deana terlantar dijalanan. Tanpa membawa uang sedikitpun. Ia kabur begitu saja dari Valen, sang mama.

Karena ia tahu, bahwa apa yang dilakukan Valen terhadap anak-anaknya itu bukanlah cara yang benar untuk mengalahkan Aldrich. Ia tidak mau anak-anaknya dikorbankan.

Untuk itu Deana memutuskan kabur dengan ikut masuk ke dalam sebuah mobil pengantar barang-barangnya Valen menuju ke pelabuhan.

Ia harus menemui anak-anaknya dan menyelamatkan mereka.

***

Disisi lain, setelah Frans berhasil mengambil barang berharga milik Aldrich. Ia pun langsung meledakkan gudang-gudang itu.

Sehingga yang berjaga ditempat itu menjadi kacau dan kelabakan.

Namun, ketika hendak melanjutkan perjalanannya. Tanpa sengaja ia melihat seorang gadis yang dikenalnya berjalan sendirian dengan diikuti oleh dua orang yang tidak dikenal tidak jauh dari jarak gadis itu.

Sepertinya gadis itu tidak tau.

Sebenarnya kalau gadis itu aman, tentu saja Frans akan mengabaikannya. Tapi nyatanya, gadis itu sedang dalam bahaya.

Hingga akhirnya ketika dua orang itu mengejar gadis itu. Frans pun langsung memukulnya hingga tak berdaya lagi.

"Papa ?" Jelas saja kehadiran Frans membuat gadis itu kaget.

"Kamu gapapa Naiara ? Ada yang luka gak ?" Segera memeriksa kondisi putrinya itu.

Setelah sekian lama, akhirnya mereka berdua bertemu kembali.

Terutama Naiara.

Ia merasa seolah kehilangan arah dan tujuan ketika orangtuanya tidak ada disisinya.

"Aku gapapa pa.__Aku kangen papa." Langsung memeluknya. Air matanya menetes begitu saja. Saking rindunya ia kepada papanya itu. "Papa kemana aja selama ini ?"

"Sebaiknya kita pindah dulu. Disini gak aman."

Naiara pun mengikut saja.

***

"Lapor bos, gudang senjata bagian timur terbakar." Salah satu bodyguard Raymond berlari terengah-engah memberikan laporan kepada Raymond.

"APA ?__Siapa orangnya ?"

"Dilihat dari belakang, sepertinya pak Frans bos."

"Oh, ternyata sudah berani menampakkan diri juga dia.__Sudah kamu periksa, apa yang diambilnya ?"

"S-senjata yang kemarin baru tiba bos." Ucapnya gugup.

"APA ?" Tampak Raymond begitu marah. Senjata berharga dengan harga yang begitu fantastis dan baru tiba kemarin seketika hilang begitu saja. Bisa marah besar kalau hal itu diketahui oleh Ardrich. Karena ia sendiri yang mengajukan diri untuk mengambilnya langsung. "Cepat lacak keberadaannya SEKARANG !!"

"B-baik bos."

Meskipun senjatanya begitu kecil, tapi bisa meratakan bangun dalam sekejap mata. Itu adalah buatan terbaru dari mr.X tempat ia membeli barang-barang ilegal.

Aldrich mengumpulkan senjata-senjata seperti itu untuk menguasai negaranya. Bahkan beberapa negara saja sudah berhasil ditaklukkannya. Ia memang dikenal dengan sangat keji dan kejam. Tanpa kenal ampun sedikitpun. Termasuk terhadap keluarganya sendiri.

RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang