Chapter 91

4 0 0
                                        

Siapa Naiara sebenarnya ?

Setiba di lokasi, Naiara turun dari mobil dengan dibantu oleh Arion. Hingga berjalan pun Arion yang mengiringinya. Padahal Arion sudah menyarankannya untuk menggunakan kursi roda saja, tapi gadis itu tidak mau.

Naiara hanya tidak ingin membuat tante Deana khawatir jika mengetahui dirinya saat ini sedang sakit.

"Pelan-pelan aja. Jangan dipaksain jalan kalo sakit." Begitu khawatir Arion terhadap gadis itu.

"Tenang aja. Tadi aku udah minum obatnya kok."

Begitu tiba di depan pintu kamar, suara amukan dari dalam kamar terdengar sangat keras. Satu persatu perawat keluar dari dalam kamar itu. Sepertinya mereka tidak tahan akan amukan dari dalam.

Melihat keadaan yang sudah seperti itu, Naiara pun langsung masuk ke dalam. Ia menyarankan Arion untuk menunggunya di luar saja.

Ketika pintu terbuka, tampak barang-barang yang ada di dalam kamar sudah berantakan semua. Seorang wanita paruh baya itu masih mengamuk hendak melemparkan barang yang dipegangnya saat ini ke arah perawat.

"Mama.." Panggilnya. "Mama, ini Naiara, ma. Naiara udah ada disini.." Ucapnya pelan berusaha untuk menenangkan tante Deana.

Saat melihat keberadaan gadis itu, barulah amukan dari wanita paruh baya itu mereda. Lalu bergegas menghampirinya.

"Anak mama.." Langsung memeluknya erat. "Mama kangen sama kamu, nak. Jangan tinggalin mama lagi. Mama gak mau kehilangan kamu lagi."

"Iya, Naiara udah ada disini." Sambil menahan rasa sakit karena pelukan tante Deana begitu erat. "Mama jangan marah-marah lagi ya sama perawatnya."

"Tapi mama gak suka sama mereka. Mereka gak ngebolehin mama tuk ketemu sama kamu."

"Iya, Naiara ngerti. Tapi mama gak boleh marah-marah lagi. Janji ya.."

Tante Deana mengangguk.

"Sekarang boleh gak kalo garpunya dikasikan perawat dulu. Kan udah ada Naiara disini."

Deana mengangguk.

Naiara pun segera mengambil garpu itu untuk diberikannya ke perawat.

Karena Deana mengamuk sambil memegang garpu dan mengarahkan garpu itu kepada beberapa perawat. Bahkan ada yang terluka karena terkena garpu itu.

"Sekarang mama istirahat ya, kita duduk dulu."

"Tapi kamu jangan tinggalin mama lagi ya. Mama gak mau sendirian disini."

"Iya, Naiara temenin."

Segera Naiara membawa tante Deana kembali ke tempat tidurnya. Sementara perawat membereskan barang-barang yang begitu berantakan diruangan itu.

"Mama maunya sama kamu. Gak mau sama dia." Menunjuk ke arah perawat.

"Iya, ditemenin sama Naiara." Sambil merapikan kembali tempat tidur tante Deana.

"Kamu disini aja temenin mama." Memegangi tangan Naiara, seolah tidak mau ditinggalkan oleh gadis itu.

"Iya, Naiara gak kemana-mana kok.__Oh ya, tadi mama kenapa marah-marah sama perawat ? Kan Nai udah bilang, kalo mama harus nurut apa kata perawat."

"Mama gak mau disini. Disini mama gak bisa ketemu sama kamu. Mama mau ikut kamu."

"Ma.. Nai kan lagi kerja. Nanti kalo Nai kerja, gak ada yang jagain mama. Mama jadi sendirian di rumah."

"Gak mau ! Pokoknya mama mau ikut kamu !" Seketika, tante Deana langsung mendorong Naiara hingga mengenai luka jahitannya.

Di saat itu Naiara sudah merasa kesakitan, tapi masih bisa ditahannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 11 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang