"Oyy.. ! Lo manusia apa bukan ?" Teriak seseorang yang tidak jauh dari belakangnya.
Dengan cepat, Naiara menghapus air matanya.
Seseorang itu pun mendekati Naiara. Ia tidak terlihat seperti dalam kondisi sadar sepenuhnya.
"Ooh, ternyata lo manusia."...
Seorang pria terbangun dari tidurnya, setelah sepanjang malam tidak sadarkan diri. Ia juga kaget, melihat seorang gadis yang masih terlelap tidur di sampingnya.
Sepertinya gadis itu telah terjaga semalaman. Demi menunggu pria itu sadarkan diri.
Saya pikir, kita gak akan pernah bertemu lagi. Sambil menatap lembut wajah gadis itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alex yang biasanya terlihat kuat dihadapan lawannya, bahkan mau luka separah apapun pasti bisa ditahannya sendirian. Kini, menjadi lemah ketika melihat gadis itu berada tepat dihadapannya saat ini.
Sesaat, tubuh Naiara menggeliat. Perlahan, matanya terbuka untuk memastikan keadaan pria itu.
Namun ternyata, sejak tadi pria itu sudah memperhatikannya tidur.
Sontak saja gadis itu kaget.
"A-alex.. A-aku.. Syukurlah kamu udah sadar. Kemarin aku liat kamu pingsan didepan. Jadi aku langsung bawa kamu masuk." Terbata-bata, sambil menjelaskannya. "Gimana keadaan kamu sekarang ? Apa mau aku panggilin dokter lagi ?"
Alex mengalihkan tatapannya. Ia hanya berusaha untuk duduk dan dibantu oleh gadis itu.
"Saya sudah baik-baik aja. Sebaiknya kamu segera pergi dari sini." Ucapnya dingin.
"Tapi Lex.. Aku masih mau disini jagain kamu. Aku tau kamu masih belum sembuh dari luka-luka kamu..."
"Saya bisa sendiri ! Cepat kamu pergi dari sini !"
Naiara menatap Alex dengan wajah harapnya, seolah tidak ingin pergi dari rumah itu.
"PERGII !!" Seketika, suara Alex menjadi keras. Ia terpaksa melakukannya agar Naiara membencinya. Setelah apa yang dilakukannya terhadap gadis itu pada waktu itu, yang bahkan hampir membahayakan nyawanya.
Sebenarnya Alex juga tidak bermaksud untuk menargetkannya. Tetapi dikarenakan keadaan saat itu sangat terdesak, sehingga terpaksa menyakiti gadis itu agar ia tahu bahwa Alex juga orangnya Aldrich. Pria yang selama ini sangat ditakutinya.
Dengan langkah berat, Naiara keluar dari kamar Alex. Membiarkan Alex menenangkan dirinya terlebih dahulu.
Alex hanya bisa menatap kepergian Naiara.
Maafin saya.. Ini semua demi keamanan kamu.
Menjaga jarak dari dari dirinya adalah cara yang tepat untuk membuat gadis itu tetap aman. Karena, jika orangnya Aldrich mengetahuinya kembali. Tidak akan ada jalan keluar lagi baginya untuk menyelamatkan gadis itu.
Apalagi setelah kejadian saat itu, Aldrich mulai mencurigainya dan mengawasinya secara diam-diam.
***
Ponsel Naiara berbunyi. Ada notiffikasi yang baru masuk.
Dilihatnya, ternyata berita tentang kembalinya Cindy yang mengambil alih perusahaan papanya Arvin.