•EnjoyReading~
•
•
Pasukan yang sudah di siapkan Reynald, berkumpul pada titik yang sudah di tentukan, dimna di hadapan mereka bangunan tiga lantai turut mereka saksikan.
Hingga komando yang di berikan, membuat mereka langsung menerjang, menembus pertahanan bangunan tiga tingkat tersebut yang menjadi markas utama seorang Reynald Kavelo.
Adu senjata tajam, pistol bahkan tangan kosong turut mereka layangkan, hingga Renhard berhasil menembus pertahanan mereka.
Bahkan kini, Reynald sudah berada dalam kukungan anak buah dari Renhard.
Dia berjalan dengan tegas, mata tajam penuh amarah, aura kelam dengan sorot mata penuh kebencian terarah kepada seseorang yang kini sudah bertekuk lutut dengan wajah babak belur, di tahan oleh ketiga anak buahnya.
"Lo bener-bener ingin mati Rey?" ucapanya kala dia yang sudah berada tepat di hadapannya.
Renhard merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Reynald yang sudah hampir ambrug tak berdaya jika tidak di tahan oleh mereka.
"Ini yang lo maksud bakal pergi dari kehidupan gua?" hardiknya tajam.
Tak mendapat jawaban renhard mencengkram kuat rahang Reynald "jawab gua sialan!!"
Sampai mata sayu itu menatap minat ke arah Renhard "Gua udh berusaha pergi Ren, tapi nyatanya gak semudah itu, semakin gua ingin pergi semakin besar hasrat gua buat datang sama lo"
Renhard menghempaskan rahang Reynald dengan kuat, beranjak dari jonhkoknya lalu berjalan menjauh, hingga dia kembali menoleh.
"Lepaskan dia" perintahnya yang lasungsung dituruti oleh mereka.
"Lo berniat ngancurin hidup gua Rey?" tanyanya datar.
Reynald yang sudah terkulai lemas itu menatap dengan intens "Gua gak ada niat buat ngancurin hidup lo Ren gak akan pernah, justru gua bakal bikin hidup lo bahagia"
"Tapi dengan lo berbuat seperti ini, itu justru akan ngancurin hidup gua sialan!!"
"Gua cuma pengen ngebuat lo kehilangan semua harta lo"
"Apa yang sebenernya ada di pikirin lo?"
Reynald menatap ke arah Renhard dengan senyuman "bukan kah dengan lo lehilangan semua harta lo, Larissa bakal ninggalin lo-"
"Dan lo berencana datang di saat gua terpuruk karena Larissa agar lo bisa menjadi pahlawan disaat lo datang buat gua gitu?" potongnya
Reynald menyunggingkan senyumnya "gua emang gak salah mencintai lo Ren, lo emang cerdas" pujinya tulus namun di balik jawaban itu Renhard menggeram marah, menatap nyalang ke arah Reynald.
"Sialan lo bajingan!!"
Brakht!!
Satu tendangan turut ia layangkan hingga membuat tubuh Reynald terlempar membentur meja yang berada di belakanganya.
Renhard berjalan ke arahnya dengan marah, lalu menginjak dadanya dengan kuat.
"Mati lo Reynald!" tekannya.
Senyuman itu terpatri dari bibirnya "bu-bunuh gua Re-nn, gu-gua gak sang-gup kalo ter-us hidup tan-pa lo" jawabnya dengan suara yang sedikit tercekat.
Renhard semakin menekan dadanya kalut dalam emosi yang sulit ia kendalikan.
Namun tatapan sendu dengan senyuman yang masih terpatri dari sudut bibirnya, meski rasa sakit masih ia terima membuat Reynald meredamkan emosinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
Fiksi RemajaAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)