Bidadari Mantan Iblis

4.7K 374 20
                                        

"Neng Alfi??" Pekikku heran.Neng Alfi datang dengan cadar hitam dengan tatapan nanar yang menyedihkan . Matanya memerah , Aku menelan ludah memastikan apa masih ada air untuk menyiram keronta ini . Tapi sakit , sesuatu yang tercekat mencekikku , kata-kata Neng Alfi "Jangan Ambil Adnan Dariku !!"

Apa yang sebenarnya dia mau ? Aku tak pernah memaksa atau bahkan meminta Gus Adnan untuk jatuh hati padaku . Aku tidak pernah bermaksud......

"Kamu ini sama-sama wanita , seharusnya kamu ngerti gimana rasanya orang yang amat kita sayangi menyayangi orang lain" Neng Alfi mendekat , menatapku lekat . Jantungku tak menentu frekuensi debarannya , yang pasti , Alat pemompa darah itu bekerja diatas normal.

"Aku tidak merebut.."

"Kau memang tidak merebut , tapi kau satu-satunya wanita yang mampu membuatnya membagi kasih sayangnya dengan wanita lain , selain aku"Neng Alfi memotong sengit.

"Aku tidak pernah memintanya untuk .."

"Seharusnya kau memang jangan pernah datang kesini !"

Ummi memandang kami berdua , kemudian beliau pergi.Meninggalkan aku dan Neng Alfi di ruang keluarga ini.Detak jantungku hampir bisa terdengar , mengalahkan bunyi detik jam dinding berwarna emas itu.

"Kau...kau bukan sahabat yang baik Aisyah , kau gagal membangun ukhuwah , kau  tak pandai membuat hati saudarimu senang .Akuu menyesal telah melindungimu .." Neng Alfi menggantung nada bicaranya.

"Melindungiku?" Alisku bertaut heran.

"Kau ingat waktu pertama kita bertemu , disaat keliling malam?

Aku memelukmu dan berkata akan melindungimu . Sebenarnya , itu karena kontak batinku dengan Gus Adnan , Dia mengisyaratkan bahwa kamu itu masih teramat sangat labil . Kondisi psikismu , teramat terganggu karena sebuah keterpaksaanmu tinggal di pondok ini.Aku selalu melakukan apa yang dia minta.Semuanya tanpa terkecuali"


"Apa yang harus ku lakukan Neng ? Sedangkan aku tak berkuasa atas cinta yang bertahta di hatiku ini"

"Kamu dengar dulu semua ceritaku ." Neng Alfi menatap penuh . Aku merasa telah meredupkan kebahagiaan dimatanya ketika dia bercerita tentang Gus Adnan. Dan hei , dia bilang akan menjadikanku orang yang pertama diundang kalau dia menikah dengan Gus Adnan , tapi .. bukankah mereka saudara??

"Aku dan Bang Adnan memang saudara kembar. Kami di pisahkan sejak berumur 6 tahun karena kedua orang tua kami cerai , Aku ikut dengan Ayah dan Bang Adnan ikut dengan Bunda. Awalnya semua baik-baik aja sebelum Ayah membawa Gadis usia 15 tahun kerumah . Kami semua kaget , dan tidak percaya kalau Gadis berusia 15 tahun itu adalah simpanan Ayah semenjak masih menjadi suami Bundaku . Aku terpukul , sangat terpukul . Apalagi Bunda yang masih sangat mencintai Ayah , menjadi stres dan bertingkah seperti orang gila.Aku malu dengan keadaanku , akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sekolah ketika kelas dua SMP dan selama 2 tahun lamanya aku menjadi anak jalanan , bukan .. bukan pengemis atau penjual koran .. tapi .. " Neng Alfi menggantung kalimatnya .


"Lalu?"

"Aku ... menjadi ... pemakai , Narkoba is"


Uhk . Aku tersedak karena terlalu banyak menelan ludahku sendiri. Neng Alfi ? Naudzubillah .. aku tak pernah menyangka , tapi apakah semua ini benar ? Perempuan yang aku anggap perfect , adalah mantan .... ??????


"Jangan terkejut dulu is , karena bukan hanya itu yang aku perbuat , Kau harus tau .. pergaulan ku makin menjadi , aku bebas keluar pergi pulang minggat dari rumah karena Ayah tak pernah perduli.Berbeda dengan Bang Adnan , dia kabur dari rumah dan tinggal di rumah Kak Fadli , sahabatnya hingga Akhirnya keluarga Kak Fadli menawarkan untuk menyekolahkan Bang Adnan dan Kak Fadli ke Pondok pesantren di Tuban .Aku hanya menertawainya dan berkata , Hallah .. orang kita udah nggak terlanjur dididik , buat apa mondok segala , palingan Abang jadi stres disana , atau kalau enggak ya jadi Homo . Bang Adnan mencoba menasihatiku tetapi aku malah membantahnya dan pergi ke kafe tempat biasa aku nongkrong . Kau jangan tanya apa yang aku lakukan disana , kamu pasti mengerti"

LASKAR JM fi Ma'hadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang