Jenjin

162 10 0
                                        

Hyunjin berdiri terpaku, punggungnya menempel dingin pada dinding kelas yang sepi. Jam sekolah sudah lewat, hanya suara kipas angin tua yang berdecit menemani. Nafasnya berat, bukan karena lelah, tapi karena Jeno ada di depannya-menutup semua jalan keluar.

"Lepasin gue, Jeno..." suara Hyunjin lirih, bergetar, meski dia berusaha bikin kedengarannya ketus.

Tangan Jeno menahan pergelangan tangan Hyunjin di atas kepala, kuat tapi nggak nyakitin. Tatapan matanya dalem banget, bikin Hyunjin nggak berani balas menatap terlalu lama.

"Kenapa lo selalu ngelawan gue?" suara Jeno rendah, tegas, tapi ada emosi yang tersembunyi di baliknya. "Lo kira gue nggak serius soal apa yang gue rasain?"

Hyunjin menggertakkan giginya. "Lo bohong... lo cuman main-main."

"Main-main?" Jeno mengulang, setengah tertawa kecil. Ia mendekat, jaraknya cuma sejengkal. "Hyunjin, kalo gue main-main, gue nggak akan segininya sama lo."

Hyunjin langsung menoleh ke samping, berusaha kabur dari tatapan itu. Tapi Jeno malah menunduk lebih dekat, suaranya nyaris jadi bisikan di telinga Hyunjin.
"Gue nggak pernah lihat lo takut kayak gini... kecuali kalo perasaan lo sama kayak gue."

Jantung Hyunjin langsung berdetak lebih kencang, suara dug dug dug terasa memekakkan telinganya sendiri. Dia berusaha nyembunyiin wajahnya, tapi Jeno tetap menahan kedua tangannya.

"Berhenti ngomong asal, Jeno..." bisik Hyunjin, matanya berair sedikit karena bingung sendiri.

Jeno menatap tajam, tapi kali ini ada kelembutan di baliknya. "Gue nggak asal. Dari dulu gue udah bilang, lo itu punya gue. Dan gue nggak akan ngelepasin lo."

Hyunjin spontan mendongak, matanya membulat. "Gila! Lo pikir gue barang?!"

Jeno nyengir tipis, tapi tatapannya nggak bergeser. "Bukan barang... tapi lo satu-satunya orang yang bikin gue kayak gini. Lo ngerti nggak, Hyunjin? Lo bikin gue gila."

Hyunjin terdiam. Dia ingin marah, ingin dorong Jeno pergi, tapi tubuhnya nggak nurut. Detik itu juga, Jeno menurunkan wajahnya makin dekat. Nafas hangatnya menyapu pipi Hyunjin, bikin bulu kuduknya merinding.

"Lo milik gue, Hyunjin." ucap Jeno pelan, mantap.

Dan sebelum Hyunjin sempat bereaksi, bibir Jeno sudah mendarat singkat di bibirnya. Hanya sepersekian detik, tapi cukup untuk bikin dunia Hyunjin berhenti berputar.

Mata Hyunjin membesar, tubuhnya kaku. Begitu Jeno mundur sedikit, Hyunjin masih terdiam, wajahnya memerah parah.

Jeno tersenyum samar, tatapannya penuh keyakinan.
"Lain kali... gue nggak akan berhenti di kecupan singkat."

Hyunjin tersentak, buru-buru berusaha melepaskan diri. "Lo gila!" teriaknya, lalu berhasil kabur setelah Jeno melepaskan tangannya dengan sengaja.

Hyunjin lari keluar kelas dengan wajah panas, jantungnya kacau. Sementara di dalam, Jeno hanya berdiri sambil tersenyum tipis, seakan sudah yakin Hyunjin nggak bakal bisa lari jauh darinya.

hyunjin haremTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang