kutukan kuno??

353 13 0
                                        





Hyunjin, putra tunggal keluarga Lee yang bergelimang harta, mengusap gelas whisky-nya.  Usianya baru menginjak 22 tahun, dan kutukan keluarga itu masih menghantuinya. 

Sebuah kutukan kuno yang mengharuskan pewaris tunggal keluarga Lee menikahi seseorang yang memiliki tanda lahir di telinga kiri.  Ia menghela napas, mengingat masa kecilnya yang dipenuhi dengan perjodohan paksa dengan seorang anak laki-laki bernama Sunghoon, yang memiliki tanda lahir unik itu.

Dua puluh dua tahun telah berlalu.  Hyunjin, kini seorang pengusaha sukses yang dingin dan angkuh, terpaksa menghadiri makan malam keluarga.  Ia melihat Sunghoon dari kejauhan;  pria tampan dan berwibawa itu berbincang dengan ayahnya.  Hyunjin merasakan sebuah gelombang amarah dan keengganan.

"Hyunjin sayang,  Sunghoon sudah datang," bisik ibunya lembut.

Hyunjin hanya berdeham,  menatap Sunghoon dengan pandangan dingin.  Saat mereka bertemu,  udara seolah membeku.

"Hyunjin," sapa Sunghoon, suaranya tenang.

"Sunghoon," balas Hyunjin,  nada suaranya datar.

"Lama tak berjumpa," lanjut Sunghoon,  sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya.

"Ya," jawab Hyunjin singkat,  kemudian dengan sengaja menumpahkan minumannya ke kemeja Sunghoon.  "Maaf," katanya dengan nada sarkastik,  "Aku tidak sengaja."

Sunghoon menatapnya dengan tatapan dingin.  "Aku yakin," jawabnya,  suaranya tetap tenang.  "Kau selalu pandai dalam hal-hal yang tidak disengaja, bukan?"

"Kau masih ingat itu?" tanya Hyunjin,  sebuah senyum mengejek muncul di bibirnya.


||flashback ||

Hyunjin dan Sunghoon, sekitar usia 7 tahun, bermain di taman besar. Hyunjin membangun istana pasir yang cukup acak-acakan.

"Sunghoon! Liat nih, bentengku udah jadi! Gimana? Keren kan?" Tanya Hyunjin  riang.

Sunghoon tertawa  "Benteng? Itu mah cuma gundukan pasir gede! Bentengku jauh lebih keren!"  Menunjuk ke istana pasirnya yang lebih rapi

Hyunjin memicingkan matanya menatap kearah istana pasir Sunghoon, Setelahnya..
Menyerbu istana pasir Sunghoon.

"Nggak juga! Punya aku lebih bagus!" Sambil menjatuhkan ember pasir ke kepala Sunghoon

Sunghoon Ketawa sambil mengusap pasir di kepalanya
"Aduh! Nggak fair! Rambutku jadi berpasir semua nih!"

Hyunjin Ketawa pelan "Maaf! Giliran aku bikin menara yang lebih tinggi sekarang!"

Sunghoon kemudian ikut Mengambil ember pasirnta .
"Kita adu tinggi aja! Liat aja siapa yang menang!"

Mereka berlomba membangun menara pasir, saling dorong-dorongan dan tertawa riang. Sunghoon, dengan tanda lahir kecil di telinga kirinya, terlihat sangat gembira.

Hyunjin Menunjuk kupu-kupu yang hinggap di bunga "Sunghoon! Liat ada kupu-kupu!"

Sunghoon menoleh menatap takjub "Waaah... cantik banget!"

Hyunjin Mencoba menangkap kupu-kupu namun,, "Mau aku tangkap, yuk!"

Sunghoon menahan tangan Hyunjin
"Jangan! Nanti kupu-kupunya mati! Kita liatin aja dari sini, ya?"

Hyunjin mengangguk Mengaruk kepalanya "Iya juga ya." Mereka duduk berdampingan, mengamati kupu-kupu itu.

Setelah mengamati kupu-kupu tersebut hingga akhirnya menghilang terbang tinggi.
Mereka berdua jadi kelaparan, saking fokusnya mengamati kupu-kupu tersebut.

hyunjin haremTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang