Pertemuan yang Tercium

105 8 0
                                        

Hyunjin baru saja selesai jadwal syuting untuk majalah fashion. Ia menatap ponsel dan terkejut. Beberapa akun gosip mulai memposting foto samar dirinya dan Samuel di kafe semalam.

> “Hyunjin terlihat dekat dengan CEO Eropa di kota…”

Rasa panik muncul di dada Hyunjin. Ia segera menghubungi Samuel, suaranya cepat tapi sedikit gemetar.

> “Samuel… media mulai mengetahui kita…”

Di sisi lain dunia, Samuel sedang rapat di kantornya. Pesan Hyunjin masuk, ia menatap layar sejenak, lalu tersenyum tipis. Suaranya dingin tapi lembut saat membalas:

> “Tenang… aku akan mengurus semuanya. Kau hanya fokus pada dirimu. Jangan khawatir.”

---

Malam itu, mereka bertemu lagi di rumah Samuel. Hyunjin masih gelisah, menatap Samuel dengan mata cemas.

“Media mulai berspekulasi… apa kau yakin ini aman?” tanya Hyunjin.

Samuel mendekat, menepuk pipi Hyunjin dengan lembut tapi protektif. “Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggumu. Kita tetap bisa bersama, dan aku akan menjaga semuanya.”

Hyunjin tersenyum tipis, merasa lega tapi juga tegang. Mereka duduk berdekatan, membahas langkah-langkah sederhana untuk menghadapi rumor—tetap bertemu diam-diam, batasi publikasi, dan tetap menjaga profesionalisme Hyunjin sebagai idol.

---

Di tengah ketegangan itu, Samuel meraih tangan Hyunjin. “Walau dunia mulai menatap kita, kau tetap milikku. Dan aku… akan memastikan kita tetap aman.”

Hyunjin menatapnya, tersenyum lembut. “Aku percaya padamu.”

Hari itu, Hyunjin harus menghadiri gala charity yang ramai dengan media. Samuel ikut sebagai tamu penting, karena beberapa organisasi Eropa yang ia pimpin hadir di acara tersebut.

Di belakang panggung, Hyunjin menatap Samuel dengan mata cemas. “Kau yakin ini aman?” tanyanya pelan.

Samuel tersenyum hangat, menggenggam tangannya sebentar. “Aku sudah mengatur semuanya. Hanya kita yang tahu batasannya. Tenang… aku akan selalu menemuimu jika kau butuh.”

Hyunjin menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Mereka melangkah masuk bersama, di bawah sorot lampu dan kamera media. Setiap tatapan Samuel ke Hyunjin penuh perhatian, setiap senyum kecilnya menenangkan Hyunjin di tengah keramaian.

---

Selama acara, Samuel selalu berada dekat Hyunjin, menepuk pundaknya lembut atau menatapnya sekilas ketika kamera tidak mengarah. Hyunjin tersenyum, merasa aman meski dunia menonton.

Beberapa kali paparazzi mengambil foto mereka, tapi Samuel memastikan tidak ada yang terlalu dekat atau mengganggu. Gestur sederhana—menggenggam tangan sebentar, mencondongkan tubuh sedikit ke Hyunjin, atau berbicara dengan lembut—cukup untuk membuat Hyunjin merasa dekat dan diperhatikan.

> “Aku senang kau di sini,” bisik Samuel saat mereka berjalan ke area lounge, jauh dari sorotan kamera.

Hyunjin menatapnya, tersenyum. “Aku juga… rasanya lebih tenang saat kau ada.”

---

Malam itu, meski berada di tengah keramaian dan perhatian publik, keduanya tetap menemukan ruang aman satu sama lain—melalui pandangan, senyum, dan sentuhan ringan.

> “Kau selalu membuatku merasa… spesial,” kata Hyunjin pelan.
“Dan kau membuatku ingin selalu melindungimu,” jawab Samuel dengan lembut.

hyunjin haremCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang