□Gabut Jadi Cinta

295 13 0
                                        



Hyunjin memainkan gagang kunci motornya, matanya melirik San yang sedang asyik menggambar sesuatu di atas buku catatannya.  Mereka berdua duduk di bangku taman dekat markas geng motor mereka, "Black Dragons".  Baru beberapa minggu mereka resmi berpacaran, sebuah keputusan yang diambil saat keduanya sama-sama gabut dan merasa perlu ada yang mengisi kekosongan.

"San," panggil Hyunjin, suaranya sedikit berat.

San mendongak, senyum tipis terukir di bibirnya. "Hm?"

"Pacaran gini beneran nggak ada maksud serius kan?" tanya Hyunjin, sedikit ragu.  Ia sendiri pun tak yakin dengan hubungan ini.

San tertawa kecil. "Ya iyalah, lagian kita kan sama-sama gabut.  Nggak ada salahnya kan nyoba-nyoba?"

Hyunjin mengangguk setuju.  Mereka memang sama-sama anak geng motor yang terkenal di kota ini,  Black Dragons dan  "Night Riders".  Kehidupan mereka penuh dengan balapan liar, perkelahian, dan adrenalin.  Pacaran?  Bukan prioritas utama.

Tapi, entah kenapa,  berada di dekat San membuat Hyunjin merasa berbeda.  Ada sesuatu yang membuatnya nyaman, sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.  San, dengan senyumnya yang selalu ceria dan sifatnya yang sedikit jahil, berhasil mengisi kekosongan dalam hidupnya.

Dengan dibumui  kehidupan santai mereka yang terusik.  Taeyong, musuh bebuyutan San dari geng motor "Crimson Hawks",  mulai bertindak.  Ia terus menerus memprovokasi San,  mencoba untuk memancing perkelahian.  San, yang biasanya tenang, mulai merasa tertekan.

Hyunjin melihat perubahan pada San.  Ia jadi lebih pendiam dan sering melamun.  Kekhawatiran mulai menggerogoti hatinya.  Ia tahu kelemahan San adalah emosinya yang mudah meledak, dan Taeyong pintar sekali memanfaatkan hal itu.

"San, kamu kenapa sih?  Dari tadi diem aja," tanya Hyunjin,  memegang tangan San.

San menghela napas. "Taeyong... dia nggak berhenti ganggu gue, Jin."

Hyunjin mengerutkan keningnya.  "Kita habisin aja dia, gimana?"

San menggeleng.  "Nggak, Jin.  Gue nggak mau tambah masalah.  Lagian,  kalau gue berantem sama dia,  gue bisa kehilangan kendali."

Hyunjin tersenyum tipis. "Tenang aja, ada gue.  Gue kekuatan lo, San.  Gue selalu ada buat lo."

Hyunjin membuktikan ucapannya.  Ia selalu ada di sisi San,  menenangkannya saat San merasa tertekan,  membantunya menghadapi provokasi Taeyong, dan selalu mengingatkan San untuk tetap tenang.  Perlahan-lahan,  San merasa lebih baik.  Ia menyadari bahwa hubungannya dengan Hyunjin,  walaupun berawal dari rasa gabut,  telah berubah menjadi sesuatu yang lebih berarti.  Hyunjin,  kekuatannya,  dan tempatnya bergantung.

Meskipun awalnya hanya gabut,  hubungan Hyunjin dan San telah melewati ujian.  Mereka belajar untuk saling memahami,  saling mendukung, dan saling menjadi kekuatan satu sama lain.  Dan  mereka menyadari,  bahwa  gabut  terkadang bisa  membawa  cinta.

 
|| Skip||








Taeyong dengan rencana liciknya berencana menculik kekasih San yaitu hyunjin. Dengan kekuatannya bukannya merasakan ketakutan hyunjin malah berusaha melawan.

Taeyong, yang sudah terbiasa dengan ketakutan dan kepatuhan orang-orang di sekitarnya,  merasa terusik dengan perlawanan Hyunjin.  Ia terkejut dengan keberanian Hyunjin,  yang  menentang  rencananya  dengan  gigih.  Taeyong  menanggapi  perlawanan  itu  dengan  kemarahan  dan  kekejaman.  Ia  meningkatkan  kekerasannya,  mencaci  maki  Hyunjin,  dan  mengancam  akan  memberikan  hukuman  yang  lebih  berat  jika  Hyunjin  terus  menentang.  Taeyong  ingin  menunjukkan  kekuasaannya  dan  membuat  Hyunjin  tunduk  pada  kehendaknya.  Ia  ingin  Hyunjin  mengerti  bahwa  ia  tidak  berdaya  dan  harus  menyerah  pada  nasibnya.

Hyunjin, meskipun terikat dan dalam keadaan terancam,  menunjukkan keberanian yang luar biasa.  Ia tidak pasrah begitu saja.  Hyunjin  mencoba melepaskan ikatannya,  menendang,  dan  menyerang  Taeyong  dengan  segala  tenaga  yang  dimilikinya.  Ia  berteriak  keras,  mencoba  menarik  perhatian  orang  lain  dan  menghentikan  aksi  penculikan  itu.  Meskipun  perlawanannya  tidak  berhasil  menghalangi  Taeyong  sepenuhnya,  Hyunjin  menunjukkan  tekad  yang  kuat  untuk  melindungi  dirinya  sendiri  dan  menolak  untuk  menjadi  korban  dengan  mudah.  Perlawanannya  ini  menunjukkan  keberanian  dan  semangat  juangnya  yang  luar  biasa.

Taeyong, dengan rencana liciknya, berhasil menculik Hyunjin.  Ia menghubungi San melalui telepon, suaranya terdengar dingin dan mengancam.

Taeyong: "Heyy, San.  Gue punya hadiah spesial buat lo.  Coba tebak siapa yang ada di sini?"

(Suara Hyunjin terdengar samar-samar di latar belakang, memohon tolong.)

San: (suaranya bergetar)"  Lepasin Hyunjin!  Lo mau apa, sih?!"

Taeyong:  "Tenang dulu, San.  Gue cuma mau main-main sedikit.  Gue udah lama pengen liat lo menderita.  Dan Hyunjin adalah kunci utamanya."

San:  "Lo mau apa dari gue?  Bilang aja!  Gue akan kasih apa pun yang lo mau!"

Taeyong:  "Oh, gue nggak mau apa-apa dari lo.  Gue cuma mau liat lo hancur.  Liat lo kehilangan orang yang lo sayang.  Gue akan sakiti Hyunjin, San.  Dan lo nggak bisa berbuat apa-apa."

(Suara Hyunjin semakin jelas terdengar, merintih kesakitan.)

San: (suaranya penuh amarah)  "Lo berani nyakitin dia?!  Gue yang bakal bunuh lo!"

Taeyong:  (tertawa) " Silakan coba.  Tapi sebelum lo datang, gue akan pastikan Hyunjin merasakan penderitaan yang luar biasa.  Ingat, San, ini semua gara-gara lo."

Taeyong memutuskan sambungan telepon.  San terduduk lemas, kepalanya terasa berdenyut-denyut.  Amarah dan keputusasaan bercampur aduk dalam dirinya.  Ia harus menyelamatkan Hyunjin.

Tanpa ragu, San langsung menghubungi anggota geng Black Dragons dan Night Riders.  Ia menjelaskan situasi dan meminta bantuan mereka untuk menemukan lokasi Hyunjin.  Mereka semua bergerak cepat,  menggunakan semua koneksi dan sumber daya yang mereka miliki.

Setelah beberapa jam pencarian menegangkan, mereka berhasil menemukan lokasi Hyunjin yang ditawan di gudang tua yang terbengkalai.  Pertempuran sengit pun tak terhindarkan.  San,  ia berjanji dengan amarah yang membara, memimpin serangan.  Ia bertarung dengan penuh keberanian, akan melindungi Hyunjin dari serangan Taeyong dan anak buahnya.


 

Ndk tau ini cerita ap
Pokoknya gitu deh
Ada lanjutnya si
Kedepannya cerita ygku buat bakal lebih pendek sekitar 3 part gitu
Karna yaa pusing ae klo kepanjangan takut ngk nyambung
Typo tandain!!
Votmen yaa 10!?

hyunjin haremCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang