Hyunjin memainkan gagang kunci motornya, matanya melirik San yang sedang asyik menggambar sesuatu di atas buku catatannya. Mereka berdua duduk di bangku taman dekat markas geng motor mereka, "Black Dragons". Baru beberapa minggu mereka resmi berpacaran, sebuah keputusan yang diambil saat keduanya sama-sama gabut dan merasa perlu ada yang mengisi kekosongan.
"San," panggil Hyunjin, suaranya sedikit berat.
San mendongak, senyum tipis terukir di bibirnya. "Hm?"
"Pacaran gini beneran nggak ada maksud serius kan?" tanya Hyunjin, sedikit ragu. Ia sendiri pun tak yakin dengan hubungan ini.
San tertawa kecil. "Ya iyalah, lagian kita kan sama-sama gabut. Nggak ada salahnya kan nyoba-nyoba?"
Hyunjin mengangguk setuju. Mereka memang sama-sama anak geng motor yang terkenal di kota ini, Black Dragons dan "Night Riders". Kehidupan mereka penuh dengan balapan liar, perkelahian, dan adrenalin. Pacaran? Bukan prioritas utama.
Tapi, entah kenapa, berada di dekat San membuat Hyunjin merasa berbeda. Ada sesuatu yang membuatnya nyaman, sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. San, dengan senyumnya yang selalu ceria dan sifatnya yang sedikit jahil, berhasil mengisi kekosongan dalam hidupnya.
Dengan dibumui kehidupan santai mereka yang terusik. Taeyong, musuh bebuyutan San dari geng motor "Crimson Hawks", mulai bertindak. Ia terus menerus memprovokasi San, mencoba untuk memancing perkelahian. San, yang biasanya tenang, mulai merasa tertekan.
Hyunjin melihat perubahan pada San. Ia jadi lebih pendiam dan sering melamun. Kekhawatiran mulai menggerogoti hatinya. Ia tahu kelemahan San adalah emosinya yang mudah meledak, dan Taeyong pintar sekali memanfaatkan hal itu.
"San, kamu kenapa sih? Dari tadi diem aja," tanya Hyunjin, memegang tangan San.
San menghela napas. "Taeyong... dia nggak berhenti ganggu gue, Jin."
Hyunjin mengerutkan keningnya. "Kita habisin aja dia, gimana?"
San menggeleng. "Nggak, Jin. Gue nggak mau tambah masalah. Lagian, kalau gue berantem sama dia, gue bisa kehilangan kendali."
Hyunjin tersenyum tipis. "Tenang aja, ada gue. Gue kekuatan lo, San. Gue selalu ada buat lo."
Hyunjin membuktikan ucapannya. Ia selalu ada di sisi San, menenangkannya saat San merasa tertekan, membantunya menghadapi provokasi Taeyong, dan selalu mengingatkan San untuk tetap tenang. Perlahan-lahan, San merasa lebih baik. Ia menyadari bahwa hubungannya dengan Hyunjin, walaupun berawal dari rasa gabut, telah berubah menjadi sesuatu yang lebih berarti. Hyunjin, kekuatannya, dan tempatnya bergantung.
Meskipun awalnya hanya gabut, hubungan Hyunjin dan San telah melewati ujian. Mereka belajar untuk saling memahami, saling mendukung, dan saling menjadi kekuatan satu sama lain. Dan mereka menyadari, bahwa gabut terkadang bisa membawa cinta.
|| Skip||
Taeyong dengan rencana liciknya berencana menculik kekasih San yaitu hyunjin. Dengan kekuatannya bukannya merasakan ketakutan hyunjin malah berusaha melawan.
Taeyong, yang sudah terbiasa dengan ketakutan dan kepatuhan orang-orang di sekitarnya, merasa terusik dengan perlawanan Hyunjin. Ia terkejut dengan keberanian Hyunjin, yang menentang rencananya dengan gigih. Taeyong menanggapi perlawanan itu dengan kemarahan dan kekejaman. Ia meningkatkan kekerasannya, mencaci maki Hyunjin, dan mengancam akan memberikan hukuman yang lebih berat jika Hyunjin terus menentang. Taeyong ingin menunjukkan kekuasaannya dan membuat Hyunjin tunduk pada kehendaknya. Ia ingin Hyunjin mengerti bahwa ia tidak berdaya dan harus menyerah pada nasibnya.
Hyunjin, meskipun terikat dan dalam keadaan terancam, menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia tidak pasrah begitu saja. Hyunjin mencoba melepaskan ikatannya, menendang, dan menyerang Taeyong dengan segala tenaga yang dimilikinya. Ia berteriak keras, mencoba menarik perhatian orang lain dan menghentikan aksi penculikan itu. Meskipun perlawanannya tidak berhasil menghalangi Taeyong sepenuhnya, Hyunjin menunjukkan tekad yang kuat untuk melindungi dirinya sendiri dan menolak untuk menjadi korban dengan mudah. Perlawanannya ini menunjukkan keberanian dan semangat juangnya yang luar biasa.
Taeyong, dengan rencana liciknya, berhasil menculik Hyunjin. Ia menghubungi San melalui telepon, suaranya terdengar dingin dan mengancam.
Taeyong: "Heyy, San. Gue punya hadiah spesial buat lo. Coba tebak siapa yang ada di sini?"
(Suara Hyunjin terdengar samar-samar di latar belakang, memohon tolong.)
San: (suaranya bergetar)" Lepasin Hyunjin! Lo mau apa, sih?!"
Taeyong: "Tenang dulu, San. Gue cuma mau main-main sedikit. Gue udah lama pengen liat lo menderita. Dan Hyunjin adalah kunci utamanya."
San: "Lo mau apa dari gue? Bilang aja! Gue akan kasih apa pun yang lo mau!"
Taeyong: "Oh, gue nggak mau apa-apa dari lo. Gue cuma mau liat lo hancur. Liat lo kehilangan orang yang lo sayang. Gue akan sakiti Hyunjin, San. Dan lo nggak bisa berbuat apa-apa."
(Suara Hyunjin semakin jelas terdengar, merintih kesakitan.)
San: (suaranya penuh amarah) "Lo berani nyakitin dia?! Gue yang bakal bunuh lo!"
Taeyong: (tertawa) " Silakan coba. Tapi sebelum lo datang, gue akan pastikan Hyunjin merasakan penderitaan yang luar biasa. Ingat, San, ini semua gara-gara lo."
Taeyong memutuskan sambungan telepon. San terduduk lemas, kepalanya terasa berdenyut-denyut. Amarah dan keputusasaan bercampur aduk dalam dirinya. Ia harus menyelamatkan Hyunjin.
Tanpa ragu, San langsung menghubungi anggota geng Black Dragons dan Night Riders. Ia menjelaskan situasi dan meminta bantuan mereka untuk menemukan lokasi Hyunjin. Mereka semua bergerak cepat, menggunakan semua koneksi dan sumber daya yang mereka miliki.
Setelah beberapa jam pencarian menegangkan, mereka berhasil menemukan lokasi Hyunjin yang ditawan di gudang tua yang terbengkalai. Pertempuran sengit pun tak terhindarkan. San, ia berjanji dengan amarah yang membara, memimpin serangan. Ia bertarung dengan penuh keberanian, akan melindungi Hyunjin dari serangan Taeyong dan anak buahnya.
Ndk tau ini cerita ap
Pokoknya gitu deh
Ada lanjutnya si
Kedepannya cerita ygku buat bakal lebih pendek sekitar 3 part gitu
Karna yaa pusing ae klo kepanjangan takut ngk nyambung
Typo tandain!!
Votmen yaa 10!?
KAMU SEDANG MEMBACA
hyunjin harem
Fanfictiontentang hyunjin dan para haremnya Konsumsi pribadi Klo ngak suka ya udh terserah Vote aja klo mau Maaf weeee sering ilang hehe Random ae Malas ngetik Update kalo udh ada 35 mata Dan klo udh 10 vote Update klo ide lancar Ak ngetik pakai AI Udh tau...
