Bayang-Bayang Hyunjin 2

157 10 0
                                        

Bayang-Bayang Hyunjin 2: Dalam Sunyi Aku Ada

Setelah kabur dari Jeno, Hyunjin memalsukan identitasnya dan menghilang dari kehidupan publik. Ia pindah ke sebuah kota kecil di provinsi Jeolla, tinggal di rumah sewaan sederhana, bekerja di toko buku kecil, dan mencoba membangun hidup baru. Tapi… ketenangan itu mulai retak saat hal-hal aneh kembali terjadi. Apakah Jeno menemukannya lagi? Atau semua ini cuma bayangan masa lalu?

---




























Musim gugur 2026.
Langit di Jeonju kelabu, angin berhembus pelan membawa sisa daun-daun mati. Hyunjin kini dikenal dengan nama Han Minjae, tinggal di rumah tua berdinding bata abu-abu dengan pekarangan kecil yang jarang ia sentuh. Di toko buku tempat ia bekerja, tak ada yang tahu siapa dirinya sebenarnya—dan itu yang ia inginkan.

Setiap hari, ia menjalani hidup dengan pola: bangun, buka toko, tutup toko, baca buku, tidur. Hidup datar, tapi aman. Tak ada kamera. Tak ada pesan. Tak ada Jeno.









Sampai suatu malam, saat ia pulang, ia melihat bunga anyelir putih tergantung di gagang pintu rumahnya—lagi. Sama seperti setahun lalu. Ia terpaku. Tidak ada nama pengirim. Tidak ada pesan.

Dada Hyunjin mulai sesak.
"Aku hanya parno... mungkin kebetulan," katanya pada diri sendiri. Tapi dalam hati ia tahu: tak ada yang kebetulan soal bunga itu.

Esoknya, seorang pelanggan baru datang ke toko bukunya. Lelaki tinggi, topi baseball menutupi sebagian wajahnya. Ia tidak bicara, hanya berdiri di rak bagian psikologi, lama sekali. Lalu pergi tanpa membeli apa pun.

Malamnya, saat membuka laptop untuk menulis catatan harian—Hyunjin melihat satu file baru yang tidak pernah ia buat.

"hanya_kau.docx"

Tangannya gemetar saat mengklik.

Isinya kosong, kecuali satu kalimat di tengah halaman:

> “Kau bisa ganti nama, Minjae. Tapi aku tetap tahu cara menciummu dari jauh.”

Hyunjin terjatuh dari kursinya.

---




























Bayang-Bayang Hyunjin 2: Dalam Sunyi Aku Ada

(Dua Sudut Pandang – Hyunjin & Jeno)







---

[HYUNJIN]

Hari ke-176 di Jeonju.
Nama baruku: Han Minjae.
Aku sudah berhenti menggigit kuku. Sudah bisa tidur tanpa mimpi buruk. Tapi… malam itu, saat kulihat bunga itu di pintu, semuanya runtuh lagi.

Aku merasa seperti tikus yang terjebak di labirin. Tak ada jalan keluar. Setiap lorong menuju wajah yang sama—wajahnya.
Jeno.

Kadang, aku berpikir: “Bagaimana kalau aku memang ditakdirkan untuk dimiliki dia? Bagaimana kalau lari hanya membuat dia semakin dalam masuk ke pikiranku?”

Tapi suara kecil di dalamku selalu berbisik: “Kalau kau menyerah, maka semua rasa sakit kemarin jadi sia-sia.”

Jadi aku bertahan. Setidaknya mencoba.

Sampai malam ketujuh bunga itu muncul.

Aku bangun dan mendapati jendela kamarku… terbuka. Gemboknya rusak. Dan di lantai, sebuah foto kecil.

Aku, tertidur. Dengan rambut tergerai di bantal. Diambil dari jarak dua meter.



















hyunjin haremCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang