Novel

128 8 3
                                        

Hening.

Lalu suara napas terputus.

Hyunjin membuka mata dengan terkejut - napasnya memecah udara seperti seseorang yang baru muncul dari bawah permukaan air. Ia berkedip cepat; ruangan tempat ia berada bukan laboratorium, bukan rumah modern, tapi...

Balai megah dengan langit-langit tinggi, lampu kristal, dan karpet merah tua.

Di lengannya - sarung tangan hitam elegan. Di punggungnya - mantel aristokrat dengan simbol perak berbentuk bulan sabit.

Dan di depan dirinya... sebuah cermin besar.

Hyunjin menatap pantulan itu.

Wajahnya masih wajahnya - tapi auranya berbeda.

Dinginnya.
Tajamnya.
Tatapan seperti seseorang yang bisa memerintahkan pembunuhan tanpa berkedip.

Lalu sebuah suara muncul di kepalanya - bukan suara orang lain, tapi suara narasi.

> "The infamous Omega Duke - the tyrant villain feared by both humans and werewolf tribes."

Hyunjin membeku.

Omega?
Duke?
Villain?

Ia menelan ludah.

"Jangan bilang..." gumamnya pelan.

Langkah kaki terdengar di belakangnya.
Pintu terbuka.

Seorang penjaga dengan armor hitam berlutut.

"Yang Mulia Duke Hwang Hyunjin," katanya hormat, tetapi ketakutan.
"Calon pewaris kerajaan, Lord Park Sunghoon, menunggu Anda di ruang tahta."

Nama itu membuat Hyunjin benar-benar sadar.

Sunghoon.

Tokoh utama novel.
Pahlawan.

Dan di novel ini...

Dia yang akan menghancurkan sang vill-

Hyunjin berhenti berpikir. Matanya membesar.

"Jadi aku..."
"...antagonis utama?"

Hening sejenak.

Lalu Hyunjin tersenyum kecil - bukan kejam, tapi penuh tekad baru.

"Kalau begitu," bisiknya,

> "aku akan menulis ulang endingnya."

> "Aku bukan villain-aku karakter yang ingin bertahan hidup."

..

..



.

Ruang tahta kerajaan lebih besar dari yang Hyunjin bayangkan.

Lampu kristal menggantung tinggi seperti bintang yang dipaksa memancar tanpa kehendak, dan para bangsawan berdiri di sisi aula dengan ekspresi ketakutan-bukan hormat.

Bukan kepada raja.

Tapi kepada dirinya.

Hyunjin melangkah masuk, sepatu hitamnya memantul di lantai marmer putih. Setiap langkah terdengar seperti dentuman palu takdir.

Namun hatinya berdebar cepat.

> Karena ia tahu - dalam alur asli novel - hari ini adalah hari kematiannya.

Menurut cerita asli:

The Duke (Hyunjin) datang ke ruang tahta dengan tujuan menggulingkan kekuasaan.

Sunghoon, sang pahlawan, akan muncul dan mengeksekusinya di depan publik.

hyunjin haremTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang