"Yer aku punya kabar baik buat kamu." Jennie memasuki ruang rawat Yeri dengan wajah sumringah.
"Apa dok?"
"Proses penyembuhan kamu lumayan cepet jadi kemungkinan minggu depan kamu udah boleh pulang," ujarnya bersemangat.
"Oh." Jawab Yeri singkat sambil melempar pandangannya ke arah jendela.
Melihat itu, Jennie segera duduk di tepi brangkar Yeri dan perlahan tangannya mengelus lembut surai Yeri.
"Kok cuma oh?"
"Nothing spesial. Aku bakal kembali seperti awal. Gak punya tujuan hidup. Gak ada tempat bersandar. Sendirian lagi dan kesepian."
"Kan kamu masih punya aku. Anggep aja aku ini kakak kamu. Kamu bisa panggil aku kak Jennie."
"Emang boleh?" Yeri menatap Jennie dengan pandangan berbinar penuh harap. Ia seolah menemukan pelangi baru dalam hidupnya yang sudah terlanjur suram dan ia berharap ini tak hanya sekedar perkataan manis Jennie.
"Iya boleh. Jangan pernah ngerasa kesepian lagi ya," ujar Jennie sambil memeluk Yeri.
"Iya tapi..."
Jennie melepas pelukannya lalu menatap Yeri penuh tanya. "Tapi apa?"
"Apa setelah aku pulih total aku masih boleh anggep dokter kakak aku?"
"Boleh lah. Kita juga bakal tetep sering ketemu dan ngelakuin hal seru bareng," jawabnya sambil tersenyum hangat. Itu membuat Yeri semakin yakin jika hidupnya setelah ini akan kembali berwarna karena adanya Jennie.
"Makasih ya dok."
"Gak perlu bilang makasih. Aku nih yang harusnya bilang makasih karena kamu udah nyelametin nyawa aku.
"Udah aku bilang itu cuma kebetulan."
"Tapi tetep aja faktanya kamu yang nyelametin nyawa aku. Udah ya gak usah dibahas lagi. Btw kamu gak mau manggil aku kak Jen?"
"Nanti aja kalo udah deket banget."
"Oke senyamannya kamu aja. Yaudah sekarang aku suapin ya. Nih aku udah pesenin... salmonnn."
"Yeyyy akhirnya."
"Iya aku udah konsultasi sama dokter Sela katanya boleh. Makan yang banyak ya."
Yeri hanya mengangguk sambil melahap salmon bercampur nasi yang disodorkan oleh Jennie.
"Pelan-pelan makannya." Jennie menggeleng pelan. Biasanya Yeri cukup sulit makan. Ia maklum saja karena makanan rumah sakit memang jarang enak. Bersyukur Yeri sudah boleh membeli beberapa makanan dari luar asalkan dengan persetujuan dokter Sela.
Jennie mengelap bibir Yeri setelah makanannya habis dan memberinya minum.
"Terakhir aku makan salmon tiga tahun yang lalu sebelum mama meninggal."
Jennie menggengam tangan Yeri berusaha memberikan kekuatan. "Besok dan seterusnya, aku janji kamu bisa makan salmon sepuasnya asal gak ngelanggar larangan dokter dan aku gak bakal biarin kamu sendirian."
....
Selain karena kondisi Yeri yang semakin membaik, ada hal lain yang membuat Jennie sangat bersemangat malam ini. Tadi sore, kedua orang tuanya harus berangkat ke luar kota untuk mengurus proyek baru dan itu artinya ia bisa menemui Lisa
Jennie melangkah ringan memasuki hotel milik keluarga Rose. Kedua tangannya menenteng dua paper bag berisi kue untuk Rose dan Lisa.
"Rose ada di ruangannya kan?" tanyanya pada resepsionis hotel.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate Hospitals
RandomSistership Jennie x Lisa Jennie seringkali iri dengan kedekatan Jisoo dan Rose (adik kandung Jisoo). Jennie juga ingin memiliki adik. Ia berharap dengan hadirnya Lisa, ia bisa merasakan figur adik seperti yang Jisoo rasakan. Tapi nyatanya, Lisa tida...
