Lisa menegakkan kepalanya yang sejak tadi bersandar di bahu Jennie saat mobil Jennie memasuki pelataran hotel.
"Nanti kakak jemput ya?"
"Emang kakak mau nginep di rumah aku?" Pertanyaan itu rasa-rasanya disisipi sedikit harapan karena Lisa menatap Jennie dengan binar antusias. Mereka sudah lama tidak bertemu jadi apa salahnya meminta sedikit waktu Jennie?
"Maunya sih gitu tapi perawat yang biasanya jagain Yeri lagi izin gak bisa nginep jadi malam ini kakak nginep di rumah Yeri. Maaf ya, kakak gak bisa nginep malam ini," sesal Jennie.
Lisa berusaha untuk tidak menghela nafas saat mendengar jawaban Jennie. Ya. Ia sangat membenarkan jika Yeri lebih membutuhkan Jennie tapi jauh dilubuk hatinya, rasa sesak itu perlahan muncul.
"Yaudah berarti kakak gak usah jemput aku."
"Kakak bisa kok jemput kamu."
"Terus yang jagain Yeri siapa?"
"Kan ada bodyguard. Jemput kamu juga palingan gak sampe satu jam. Yeri juga ngerti kok kalo kakak lagi berusaha banget ngeluangin waktu buat kamu."
Lisa yang hendak membuka pintu mobil refleks menoleh ke arah Jennie. Jantungnya mendadak berdegup kencang.
"Ngerti? M-maksudnya? Yeri tau kalo aku adiknya kak Jen?"
"Kalian kan belum pernah ketemu, mana mungkin Yeri tau. Kita juga belum pernah foto bareng jadi kakak gak bisa nunjukin foto kamu. Nah sekarang mumpung kakak inget kita foto bareng yuk." ujar Jennie sambil mencari ponselnya di dalam tas.
Melihat itu, Lisa buru-buru turun dari mobil. "Lain kali aja ya kak. Aku buru-buru soalnya. Bye kak."
"Eh Li. Buru-buru kenapa sih? Lagian masih ada waktu lima belas menit." Jennie berteriak dari mobil setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Lisa tak mengubris teriakan Jennie. Ia malah mempercepat langkahnya memasuki hotel sampai-sampai ia tak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf-maaf," ujar Lisa cepat.
"Nggak gue maafin."
Lisa mendengus saat tau siapa orang yang ditabraknya. "Apaan sih lo."
"Liat nih baju gue jadi basah. Gue kan mau ngedate," ujar Kookie sambil berusaha membersihkan tumpahan kopi di bajunya.
"Lo kan selalu bawa baju ganti di mobil."
"Oh iya," ujarnya sambil tersenyum kikuk.
Lisa hendak melanjutkan langkahnya namun Kookie malah menghalanginya.
"Eitss. Lo kenapa buru-buru keluar dari mobil Jennie? Sekarang juga kenapa buru-buru masuk? Sok-sok an nggak mau ngobrol sama gue."
"Gue mau kerja."
Kookie melihat jam di ponselnya lalu menarik Lisa sedikit menjauh dari lobi. "Masih ada waktu kok buat kita ngobrol."
"Mau ngobrolin apasih? Kalo nggak penting mending gue masuk."
"Soal Yeri gimana? Lo udah berani nemuin dia?"
Lisa menarik nafas panjang lalu menggeleng.
"Li, lo udah cari Yeri selama bertahun-tahun."
"Kook, Yeri nyelametin kak Jen sementara gue bikin kak Jena celaka, bahkan mungkin meninggal."
Mata Lisa mulai memanas. Ia tak pernah bisa mengatasi perasaan bersalahnya pada Yeri sejak kepergiannya dulu. Ia jahat. Ia meninggalkan Yeri setelah membuat orang yang paling Yeri sayangi terkapar di ranjang rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate Hospitals
RandomSistership Jennie x Lisa Jennie seringkali iri dengan kedekatan Jisoo dan Rose (adik kandung Jisoo). Jennie juga ingin memiliki adik. Ia berharap dengan hadirnya Lisa, ia bisa merasakan figur adik seperti yang Jisoo rasakan. Tapi nyatanya, Lisa tida...
