42. Sweet

561 80 4
                                        

"Hai Li." Jennie tersenyum kikuk saat Lisa membuka pintu. Ia sejak tadi berdiri di depan rumah Lisa karena ragu untuk mengetuk. Lisa pasti kecewa padanya dan ini sudah seminggu lebih mereka tidak bertukar kabar.

"Li, kakak---"

"Aku mau beli mie instan. Kakak masuk aja."

Jawaban itu tentu di luar prediksi Jennie. Ia kira Lisa akan kembali bersikap acuh tapi nyatanya Lisa bersikap biasa saja seolah Jennie tidak melakukan kesalahan apapun. Dan itu refleks membuat Jennie tersenyum senang.

"Buat makan siang?" tanyanya sambil menyamai langkah Lisa.

"Iya."

Jennie merangkul lengan Lisa dengan sedikit ragu. Ia tentu takut Lisa menolaknya seperti kemarin-kemarin.

"Kakak masakin aja ya. Kita ke supermarket depan."

"Oke."

Jawaban itu tentu membuat senyum Jennie semakin merekah.

"Kamu mau makan apa?" tanyanya saat mereka sudah memasuki supermarket.

"Mie goreng jawa aja."

"Oke. Berarti mie, sawi, ayam, udang, telur, perkecapan, persausan, bawang-bawangan, gula, garem, merica, kaldu bubuk, oh iya minyak." Jennie memasukkan semua bahan-bahan yang dibutuhkannya ke dalam troli sementara Lisa berjalan mengekorinya.

"Kamu kalo mau beli sesuatu ambil aja."

"Nggak."

Sejauh ini memang tidak ada yang menarik di mata Lisa. Ia hanya memperhatikan Jennie yang berulang kali memilih dan memilah bahan. Pemandangan seperti ini ingin ia rekam jelas-jelas dalam memori otaknya karena belum tentu besok-besok ia dan Jennie bisa melakukan hal seperti ini lagi mengingat betapa sibuknya Jennie.

Lisa ingin sekali bertanya mengapa Jennie tak pernah menghubunginya lagi sejak tidak hadirnya Jennie dalam acara pengambilan raport waktu itu. Tidak ada pesan maupun telepon. Jennie seolah menghilang seminggu terakhir ini. Lisa sampai menyangka Jennie sudah mulai menyerah dan enggan mendekati Lisa.

"Ini kakak udah selesai. Nih kamu ada alergi atau ada bahan yang gak kamu suka?" ujarnya sambil membelokkan trolinya ke arah Lisa.

Lisa langsung menggeleng, "Kakak belum makan siang juga?"

"Belum. Rencananya kakak emang mau makan siang sama kamu. Ayo kamu gak mau beli apa gitu?" Jennie mulai merangkul lengan Lisa lagi.

"Aku mau roti sama es krim."

"Tadi kakak lihat di sebelah sana. Ayo!" Mereka langsung menuju rak roti yang berada di dekat pintu masuk.

Lisa mengambil dua roti tawar dengan isi paling sedikit lalu membandingkan harganya sebentar.

"Gak usah lihat harga. Ambil aja semua yang kamu mau."

Lisa meletakkan satu roti pilihannya ke dalam troli, "Ini aja."

"Cuma satu?"

"Iya."

"Kamu gak kurang? Buat stok mungkin?" Kali ini Lisa yang merangkul Jennie agar Jennie mengikuti langkahnya.

"Itu aja lebih. Ayo cari es krim."

Setelah sampai di rak es krim, Lisa hanya mengambil dua cup es krim. Satu es krim coklat untuknya dan satu es krim strawberry untuk Jennie.

"Cuma dua? Kenapa gak sekalian beli banyak?"

"Ntar cair."

"Oh iya kakak baru inget." Jennie terseyum kikuk. "Nanti kakak mintol Jay buat beliin kulkas."

I Hate HospitalsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang