38. Roti

722 89 7
                                        

Sudah pukul tiga kurang lima belas menit dan Jennie masih terlelap di kasurnya. Lisa sendiri baru selesai mandi. Ia harus bersiap untuk berangkat kerja. Suara getaran ponsel milik Jennie membuatnya menghentikan kegiatannya.

3 panggilan tak terjawab dari Jay.

"Jen," Lisa menepuk pelan bahu Jennie.

"Gue mau berangkat kerja."

"Yaudah ayo kakak anter," ujarnya memegang pergelangan tangan Lisa tanpa membuka mata maupun beranjak dari tempat tidur.

"Gak usah. Tuh! Jay udah nelponin sejak tadi."

Tangan Jennie langsung pindah meraih ponselnya dan mendial nomor Jay.

"Kenapa Jay?"

"Ck kenapa cepet banget?" Jennie menutup panggilan singkat itu dengan gerutuan.

"Li." Nada bicaranya mendadak lesu.

"Hm."

"Kakak gak bisa anter kamu."

"Gue gak minta dianter. Ayo gue mau berangkat," ujarnya sambil keluar kamar.

"Iya-iya. Tungguin kakak dong."

.....

Jennie menghela nafas berat sambil menyandarkan punggungnya. Ia tak menyangka jika waktu pertemuannya dengan Lisa harus berakhir secepat ini. Padahal ia berharap bisa bersama Lisa hingga malam, menjemput Lisa bekerja lalu kembali ke rumah sakit. Mereka juga baru saja berbaikan.

"Gimana?" tanya Jay.

"Belum puas kangen-kangenannyaaa."

Hubungan Jay dan Jennie sekarang lebih mencair. Jay sudah seperti teman barunya yang setiap hari selalu mendengar keluh kesahnya terutama soal Lisa.

"Nona mau sampai kapan kayak gini terus?"

Kayak gini terus yang dimaksud Jay adalah sembunyi-sembunyi bertemu Lisa. Jennie hanya akan menemui Lisa jika Jennifer, mommynya pergi keluar negeri. Bisa dibilang hitung-hitung ia menghargai perasaan mommynya karena jika mommynya di rumah, Jennie sebisa mungkin menahan diri untuk tidak berhubungan dengan Lisa dulu.

"Sampai mommy mau nerima Lisa. Aku gak mau pilih di antara keduanya Jay."

"Gimana nanti kalo nyonya tau?"

"Itu urusan belakangan. Setidaknya di hadapan mommy aku seolah udah lupain Lisa. Kenapa mommy pulangnya cepet banget? Bukannya mommy bilang mau sekalian liburan disana?"

"Saya juga kurang tau nona."

"Semoga aja dalam waktu dekat mommy ada urusan di luar lagi. Aku gak mau nunggu lama buat ketemu Lisa."

.....

"Li, nginep di rumah gue yuk! Di rumah gak ada orang," ujar Rose mengejar langkah Lisa menuju parkiran hotel khusus karyawan.

"Supir lo sama pembantu lo itu bukan orang?"

Rose memutar bola matanya malas, "Ya maksud gue di rumah lagi gak ada keluarga gue. Bokap nyokap gue masih di luar kota dan kak Jisoo pulangnya masih besok pagi."

"Bukannya biasanya lo fine-fine aja sendirian dirumah?"

"Iyaa tapi gue lagi takut nih."

"Takut apa?"

"Habis nonton film horor gue."

"Ayolah yayaya. Temenin gueee. Lo tuh cuma sekali doang ke rumah gue. Mana waktu itu pulangnya gak pamit."

"Ya lo tiba-tiba masuk ke dalam ninggalin gue."

"Udah gue bilang gue mau ambil buah dulu buat lo, eh lonya tiba-tiba ngilang. Ayolah Li. Nginep. Gue juga mau cerita soal kak Jen sama Yeri?"

I Hate HospitalsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang