Sudah hampir satu jam Lisa duduk sendirian di bangku taman yang lumayan ramai itu. Ia masih berusaha mencerna kenyataan-kenyataan yang Jennifer ucapkan tadi. Ia akhirnya tau alasan dibalik kesibukan Jennie yang awalnya Lisa kira karena Yeri.
Pemikiran itu nyatanya salah. Jennie bukan sibuk karena Yeri. Jennie hanya menunggu waktu untuk menemui Lisa secara diam-diam tanpa diketahui oleh Jennifer.
"Saya melarang Jennie untuk dekat dengan kamu tapi Jennie malah diam-diam menemui kamu saat saya pergi keluar kota. Jennie pikir saya nggak tau padahal saya selalu tau apa yang anak saya lakukan."
"Dia jadi pembangkang sejak kenal sama kamu. Heran deh saya. Apasih istimewanya kamu? Yang ada kamu itu bawa bencana bagi Jennie. Sejak kenal kamu, ada aja masalah yang menimpa Jennie."
"Lagipula sikap kamu juga buruk kan ke Jennie? Saya tau kalo kamu sering nyakitin Jennie cuma saya diem aja sampe Jennie nyerah sendiri. Eh Jennienya malah nggak nyerah-nyerah."
"Jennie memang sangat mendambakan seorang adik, tapi saya nggak pernah berharap orang itu lahir dari hubungan one night stand suami saya. Fakta itu benar-benar menyakitkan bagi saya."
"Kehadiran kamu itu secara nggak langsung menyakiti saya dan sekarang kamu berhasil merebut Jennie dari saya."
"Saya nggak pernah merebut Jennie, tante."
"Tapi Jennie lebih memilih menemui kamu daripada mendengarkan ucapan saya padahal dia tau kalau saya punya penyakit jantung."
"Kamu itu nggak pantes jadi adiknya Jennie jadi tolong sadar diri. Jauhin Jennie! Jangan rusak kebahagiaan kami. Atau kamu mau kalo ujungnya Jennie kehilangan saya?"
Lisa menghela nafas. Ucapan-ucapan Jennifer memang menyakitkan tapi ia lebih sakit memikirkan kondisi Jennie.
Kenapa Jennie sesabar itu menghadapinya? Kenapa Jennie selalu mengusahakannya meskipun ia berusaha mendorongnya jauh-jauh?
Jika Lisa punya kekuatan untuk meluluhkan hati Jennifer, kemungkinan besar mereka akan menjadi keluarga kecil yang utuh.
Tapi siapa dia? Jennifer jelas membencinya. Minho juga tidak menganggapnya sebagai anak. Hanya Jennie satu-satunya orang yang menginginkan kehadirannya.
Lisa tidak ingin kembali menyakiti Jennie. Ia ingin Jennie hidup bahagia seperti sebelumnya. Ia ingin keluarga Jennie tetap utuh.
Sepertinya perkiraannya benar. Mereka memang bersaudara tapi takdir tidak mengizinkan mereka bersama.
Jadi, haruskah ia mengucapkan selamat tinggal pada Jennie?
.....
"Lisa, kamu udah pulang?" Jennie tersenyum senang saat melihat Lisa memasuki kamar.
"Kenapa masih utuh?"
Bukannya menjawab pertanyaan Jennie, Lisa malah membuka paper bowl berisi bubur yang tadi dibawa Jay. Isinya masih utuh dan sudah dingin. Lisa menghela nafas dan meletakkannya kembali.
"Kakak nungguin kamu."
Lisa mengambil bubur baru yang dibawanya tadi. Ia memang membelikan bubur baru untuk Jennie yang kemasannya lebih kecil untuk berjaga-jaga jika Jennie belum memakan buburnya yang tadi. Ia hanya ingin Jennie memakan makanan yang hangat agar kondisi Jennie lekas membaik.
Lisa duduk di samping Jennie lalu menyendok bubur tersebut, meniupnya sebentar lalu mengarahkannya pada Jennie. Ia tersenyum tipis saat melihat Jennie yang semakin menyunggingkan senyumnya.
"Kamu udah nggak marah sama kakak?"
"Kalo mau tau jawabannya habisin dulu."
Waktu mereka rasanya semakin singkat jadi untuk apa Lisa marah terlalu lama?
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate Hospitals
De TodoSistership Jennie x Lisa Jennie seringkali iri dengan kedekatan Jisoo dan Rose (adik kandung Jisoo). Jennie juga ingin memiliki adik. Ia berharap dengan hadirnya Lisa, ia bisa merasakan figur adik seperti yang Jisoo rasakan. Tapi nyatanya, Lisa tida...
