Setelah berhasil menembus kemacetan malam itu, mobil Shani akhirnya berhenti rapi di depan rumah Sisca. Lampu teras masih menyala, menandakan kalau Bu Ayu—mama Sisca—belum tidur.
Sebenarnya Shani sengaja cuma beli dua nasi goreng yang ia bungkus setelah makan bersama Ashel. Satu buat Bi Surti, satu buat Bu Ayu. Karena, rencananya ia ingin makan malam Sisca. Semacam dinner pertama mereka, setelah resmi jadian. Tetapi manusia hanya bisa rencana, selebihnya Tuhan lah yang mengatur semuanya.
Belum sempat Shani mengetuk, pintu rumah langsung terbuka.
"Eh, malam, Bu Ayu!—eh, maksudnya tante!"
"Hai, malam juga, Shan." Bu Ayu tersenyum ramah, tapi matanya jelas mencari-cari sesuatu. "Lho, Sisca mana?"
Shani mengerutkan kening. "Belum pulang, tante?"
"Tante kira dia sama kamu," jawab Bu Ayu pelan, mulai terdengar cemas.
"Enggak, tante. Tadi katanya izin ke Jinan, gak ikut rapat OSIS karena mau kerja kelompok sama Gracia."
"Oh ya? Kok gak bilang ya." Suara Bu Ayu mulai naik setengah oktaf. "Bi Surti! Tolong ambilin handphone saya di kamar, ya!"
Tak lama, Bi Surti muncul. "Ini, Bu."
"Eh, ada Non Shani. Malem, Non."
"Malem, Bi."
"Ini Sisca belum pulang jam segini. Saya kira masih di sekolah," gumam Bu Ayu sambil menatap layar ponselnya yang menunjukkan tak ada jawaban oleh sang putri. "Aduh, ini anak bikin panik aja."
"Tante tenang dulu, ya. Shani coba cari Sisca ke rumah Gracia. Siapa tahu masih di sana," kata Shani cepat. "Aku juga coba hubungin Jinan, siapa tahu mereka bareng."
Bu Ayu menghela napas panjang. "Iya, Shan. Hati-hati, ya. Tante jadi gak tenang kalau dia belum ada kabar."
"Tenang aja, tante. Aku pastiin Sisca baik-baik aja. Bi, jagain tante ya, kalau ada apa-apa kabarin aku."
"Siap, Non. " jawab Bi Surti cepat.
Baru Shani mau berbalik menuju mobilnya, suara Bi Surti tiba-tiba nyeletuk, "Itu Non Sisca bukan sih, Bu?”
Semua langsung menoleh. Dan benar—Sisca muncul dari arah ujung jalan baru saja turun dari ojek online sambil menenteng tas miliknya, langkahnya pelan tapi jelas lelah.
"Ini pada ngapain sih malem-malem di luar? Gak takut masuk angin?" ucap Sisca setengah heran.
Bu Ayu langsung menghampiri. "Harusnya Mama yang nanya! Kamu habis dari mana? Kamu gak apa-apa kan, sayang?"
"Aduh, Mama lebay amat. Gapapa kok, cuma kerja kelompok lama gara-gara si Gracia."
"Gracia gak macem-macem kan sama kamu?" ucap Shani khawatir.
"Gak, kok. Aku aman."
"Udah makan belom?"
"Belum sih."
"Aku beliin nasi goreng yang kita makan kemarin."
"Serius?" Mata Sisca langsung berbinar.
"Serius. Tapi aku cuma beliin dua buat Tante sama Bi Surti. Tadinya mau ajak kamu dinner. Rencana gagal, deh."
"Ya ampun repot-repot segala sih Shan."
"Gapapa tante, tante sama Bi Surti harus cobain nasi goreng langganan Shani. Semoga suka ya." ucap Shani memberikan plastik itu pada Bi Surti dan Ayu. Mereka langsung masuk ke untuk mencicipi buah tangan Shani sekaligus memberikan ruang untuk anak muda ini berpacaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Asa & Rasa
Randomcinta tak bisa ditebak datangnya darimana dan untuk siapa dua kepribadian yang berbeda apakah bisa saling mencintai? dua orang yang sama-sama keras kepala apakah bisa bersatu? apakah pertemuan hari pertama yang sangat menyebalkan bisa berujung menja...
