BS || 37

3 0 0
                                        

Qalbi menghampiri Qabil yang sedang mondar mandir di depan jendela ruang kerjanya sambil melakukan panggilan telepon dengan Luthfi. Meletakkan nampan berisi air putih dan buah-buahan potong di atas meja kerja Qabil, kemudian duduk pada kursi yang ada di sana, Qalbi memandangi kegagahan yang nampak jelas di depannya.

Merasa ada yang memperhatikan dirinya, Qabil berbalik dan bertemu pandang dengan Qalbi, senyum indah terpatri di bibir keduanya. Menutup percakapan antara dirinya dan Luthfi, Qabil menghampiri pujaan hatinya.

"Makasih, Bi." Menyempatkan diri mencium pipi kanan Qalbi, kemudian tanpa aba-aba mengangkat Qalbi, menggantikannya duduk pada kursi, lantas mendudukkan Qalbi di atas pangkuannya. "Mas Abi," peringat Qalbi, nampak cemberut atas perlakuan Qabil.

Terkekeh pelan, "udah cukup lama kita nikah loh, Bi. Kamu masih aja malu-malu," ungkap Qabil, menjawil gemas hidung kecil istrinya. Menjauhkan tangan Qabil dari wajahnya, "gimana soal kasus Natasya dan Tante Icha?" tanya Qalbi cukup serius.

Memang, yang tadi Qabil bicarakan dengan Luthfi adalah mengenai kasus tersebut. "Sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana dan pasal 53 ayat 1 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana, Natasya kemungkinan akan mendekam di penjara selama 15 tahun."

Menghela napas panjang, "ada pun soal Tante Icha. Dia dianggap sebagai antek-antek Natasya, kemungkinan akan dikenakan pasal 340 KUHP jo. pasal 53 KUHP jo. pasal 55 KUHP, karena dia berperan sebagai pelaku bersama, menyuruh atau pun menganjurkan," jelas Qabil dengan berat hati.

Qalbi menyandarkan dagunya di bahu kokoh Qabil, "jo itu apa, Mas?" tanyanya terdengar polos di telinga Qabil. Tersenyum setengah salah tingkah, "jo dalam hukum merupakan singkatan dari juncto, yang artinya bertalian dengan atau dihubungkan dengan pasal atau pun peraturan lain," jawab Qabil sambil memandangi wajah istrinya.

Menganggukkan-anggukkan kepala mengerti, "Mas?" panggil Qalbi. "Iya, Bi?" jawab Qabil. "Bunyi dari pasal-pasal yang mas sebutin, boleh nggak aku dengerin?" pinta Qalbi, menggoyang-goyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Qabil menggesekkan hidung mancungnya pada hidung kecil Qalbi, "boleh dong, Bi. Apa pun yang kamu mau tau, aku bisa kasih tau," ujar Qabil, berbangga diri.

"Setau aku, bunyi dari pasal 340 KUHP adalah, barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun," jelas Qabil dengan suara beratnya.

"Pasal 53 ayat 1 berbunyi, mencoba melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah nyata dan adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri."

"Seperti yang kamu tau, Bi. Natasya sudah melaksanankan kejahatan tersebut, namun pelaksanaannya nggak selesai, karena korbannya belum mati, soalnya diselamatin sama bidadari kayak kamu," ungkap Qabil, diakhiri dengan gombalan ringan.

Mencubit pelan pinggang Qabil, "nggak usah gombal, lanjutin ke pasal 55 KUHP," tegas Qalbi, bukannya membuat Qabil marah malah membuat Qabil semakin terkekeh.

Mencubit pipi Qalbi dengan penuh kehati-hatian dan kelembutan, "nggak sabar banget sih," ucapnya, tidak urung melakukan apa yang dipinta oleh istrinya. "Pasal 55 KUHP mengatur mengenai penyertaan dalam tindak pidana. Hal ini mencakup orang yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan pidana."

Menangkup kedua pipi istrinya, "pasal 55 KUHP ini juga menjerat orang yang menganjurkan orang lain untuk melakukan perbuatan pidana dengan cara memberi atau menjanjikan sesuatu, menyalahgunakan kekuasaan, melakukan kekerasan, ancaman, atau penyesatan," lanjut Qabil, sebagaimana yang diketahuinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 30 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bintang SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang