Happy Reading
Malam berikutnya terasa lebih berat.
Setelah percakapan telepon itu, Bulan memutuskan satu hal—ia tidak akan bertanya.
Bukan karena ia takut.
Tapi karena ia ingin melihat sendiri.
Apakah Gala akan bercerita dengan jujur... tanpa harus dipancing.
Ia ingin percaya sepenuhnya.
Dan kepercayaan, menurutnya, tidak boleh dipaksa keluar dengan interogasi.
Hari itu Gala kembali menghubunginya seperti biasa. Mengabari jadwal. Menanyakan kondisinya. Mengingatkan minum vitamin. Nada suaranya tetap hangat. Tetap stabil.
Tidak ada satu pun cerita tentang makan malam dengan Viska.
Bulan hanya menjawab seperlunya.
Ia mencoba tetap wajar.
Namun menjelang sore, ponselnya kembali bergetar.
Nomor yang sama.
Tidak dikenal.
Dadanya langsung terasa sesak bahkan sebelum ia membuka pesan itu.
Satu foto lagi.
Kali ini lebih jelas.
Gala berdiri di dalam sebuah toko pakaian. Rak-rak baju di belakangnya. Dan di depannya, Viska sedang memegang sebuah dress, seolah meminta pendapat.
Gala tampak berdiri cukup dekat. Tidak tersenyum lebar. Tapi jelas tidak terlihat terpaksa.
Foto itu seperti diambil dari balik rak, tersembunyi.
Bulan membeku.
Makan malam bisa saja urusan kerja.
Tapi menemani ke toko pakaian?
Pikirannya mulai sulit ditenangkan.
Kenapa mereka berdua?
Kenapa tidak ada tim lain?
Kenapa suasananya terlihat santai, bukan formal?
Tangannya gemetar saat memperbesar gambar.
Viska terlihat santai. Bahkan seperti nyaman.
Gala terlihat... biasa saja.
Biasa.
Dan justru itu yang membuat Bulan semakin sakit.
Karena "biasa" berarti tidak ada jarak yang terlihat.
Air matanya jatuh lagi.
Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap dua foto yang kini tersimpan di galerinya.
Ia masih tidak bertanya.
Ia ingin tahu apakah Gala akan jujur dengan sendirinya.
Apakah nanti, saat ia menelepon malam ini, Gala akan berkata,
"Tadi aku nemenin Viska beli sesuatu."
Atau tetap diam.
Bulan memeluk dirinya sendiri.
Ia tahu Gala tidak menyukai Viska dulu. Ia tahu hubungan itu hanyalah hasil perjodohan. Ia tahu Gala memilihnya tanpa ragu.
Tapi ia juga tahu satu hal—
Perasaan lama tidak selalu mati dengan mudah.
Dan Viska... mungkin masih menyimpan sesuatu.
Yang paling menyakitkan bukan hanya kemungkinan itu.
Melainkan kenyataan bahwa ada seseorang di luar sana yang sengaja mengirim foto-foto ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALLAN
RomanceTidak ada yang tau mengenai garis takdir yang sudah di tentukan oleh Tuhan.Bulan seorang wanita karir yang sampai saat ini belum menikah juga semenjak dijadikan taruhan oleh mantan pacarnya. Tanpa di duga enam tahun mereka berpisah. kini mereka ha...
