Happy Reading
Malam kedua di rumah sakit terasa lebih sunyi, tapi bukan lebih tenang.
Papi dan Embun masih di ICU. Kondisinya belum stabil, meski dokter bilang ada sedikit perkembangan. Ibu Bulan sudah bisa duduk lebih tegak, tapi wajahnya masih kosong, seperti kehilangan separuh kekuatan hidupnya.
Di lorong itu, tak ada lagi yang membahas suasana tegang.
Bulan sendiri lebih banyak diam.
Ia tidak lagi mencoba menelepon.
Seolah sudah lelah berharap.
Ponselnya kini hanya digenggam tanpa tujuan.
—
Menjelang siang, dua sosok datang tergesa di lorong rumah sakit.
Orang tua Gala.
Mertua Bulan.
Wajah mereka tampak cemas.
"Ibu dapat kabar kalau besan kecelakaan," ujar ibu mertua dengan napas terengah. "Bagaimana kondisinya?"
Bulan langsung berdiri dan menyalami mereka.
"papi masih di ICU, ma. Embun juga."
Ibu mertuanya langsung memeluknya.
"Kamu kuat ya, Nak..."
Kalimat itu hampir membuat Bulan kembali runtuh.
Ayah mertua mendekat ke Langit, berbicara pelan tentang kondisi medis dan biaya. Mereka terlihat benar-benar peduli.
Di tengah kekacauan itu, ibu mertua tiba-tiba berkata,
"Gala sudah tahu belum?"
Pertanyaan itu membuat Bulan membeku sepersekian detik.
Sebelum ia menjawab, ayah mertua lebih dulu berbicara.
"Dia lagi di Singapura. Ada trouble besar di kantor cabang. Sudah dua hari ini dia di sana. HP-nya kadang nggak aktif karena roaming dan urusan teknis."
Kalimat itu seperti petir yang menyambar tanpa suara.
Dua hari.
Di Singapura.
Mengurus trouble.
Bulan merasa darahnya berhenti mengalir sesaat.
Jadi... bukan karena ia menghindar.
Bukan karena ia sengaja tidak peduli.
Tapi karena ia memang berada di luar negeri.
Dan sudah dua hari.
Artinya—bahkan sebelum kecelakaan terjadi, Gala sudah tidak berada di Indonesia.
Dadanya terasa campur aduk.
Kaget.
Kecewa.
Terpukul.
Kenapa ia tidak tahu?
Kenapa tidak ada kabar sebelumnya?
Kenapa ia baru tahu dari orang tuanya, bukan dari suaminya sendiri?
Tapi di tengah semua orang, Bulan menunduk, menyembunyikan gejolak di wajahnya.
"Oh... iya, Bu," jawabnya pelan. "Aku belum bisa hubungi dia."
Langit menoleh sedikit ke arah Bulan.
"Kok nggak bilang kalau Gala lagi di luar negeri?" tanyanya heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALLAN
Roman d'amourTidak ada yang tau mengenai garis takdir yang sudah di tentukan oleh Tuhan.Bulan seorang wanita karir yang sampai saat ini belum menikah juga semenjak dijadikan taruhan oleh mantan pacarnya. Tanpa di duga enam tahun mereka berpisah. kini mereka ha...
