Sixteen

779 18 0
                                        

                                                                                     HAPPY READING

Dara berjalan menyusuri  ramainya orang orang yang tengah menikmati makan di waktu siang ini, ia melihat sebuah pintu khusus untuk pegawai , ia pun langsung memasuki ruangan tersebut tetapi hal yang dirinya cari tidak ada ,ia pun berjalan keluar kembali.

"Mohon maaf bu ,bapak Langit belum kembali"Ucap salah satu seorang pegawai perempuan.

"baiklah makasih ya mba"

"ibu mau duduk dulu saya bikinkan makan siang ?"tanya sang pegawai .

"gak usah mba saya mau langsung saja"

"baik bu"

Dara pun berjalan dengan lesu ia ingin bertemu sang putra dan suaminya,ia pun berjalan keluar.

"mama!!!"Teriak Dirga berlari kencang ke arah Dara lalu memluk sang ibu.

"haii kamu dari mana aja ,mama tungguin kamu disini loh"

"tadi papa beliin dirga mainan banyak banget ,terus beliin dirga motor tau ma ninja merah uhh dirga suka"

"Motor??''

"iya motor ma ,tapi ini gak bisa diisi bensin harus di charger dulu"

Dara mengangguk mengerti lalu dirinya menatap Langit yang tengah berdiri di belakang sang putra ,Langit yang merasa di tatap Dara pun langsung memalingkan wajahnya .

"ayo makan dulu"Ucap Langit akhirnya mengeluarkan suara juga

"ayo ma pa Dirga lapar''

Mereka bertiga pun memasuki restoran kembali untuk makan siang bersama sama.setelah selesai Langit meminta agar Dara meninggalkan mobilnya di restoran agar mereka bisa pulang bersama.

Dirga sudah tertidur lelap digendongan sang ibu ,lalu dara duduk di kobil disebelah Langit dengan kondisi Dirga tertidur tenang di pangkuannya,Kondisi di dalam mobil begitu sangat sunyi tak ada satu pun dari kedua suami istri ini yang mengucapkan satu kata.

Rasa canggung masih ada di antara Langit dan Dara .Rasa gengsi ada di dalam kedua insan ini.

"Gimana rasanya ketemu Naka lagi"Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut seorang Langit bukan yang Dara harap kan.

"kenapa tanya nya kaya gitu?"jawab Dara dengan penuh tidak suka.

Langit tersenyum kecil

"Siapa tau kamu seneng ketemu mantan kamu yang selalu jadi garda terdepan buat kamu,tanggung jawabem apalagi apalagi dulu kamu bilang"

"oh oh selalu bela kamu , peduli sama kamu apalagi ya emm......"belum Langit melanjutkan perkataanya.

"Ayo terus apa lagi ,kamu mau bilang apalagi aku dengerin"Ucap Dara

Tatapan dara begitu marah dengan laki laki yang ada di hadapannya ini

"Karena aku cuma minta tolong ke Naka kamu sampe segininya , aku loh gak ngapa ngapin sama  dia,aku selingkuh?enggak! aku tau kamu marah sama aku karena ucapan ku kemarin tapi apa pantes kamu bilang kaya gitu ngungkit semua masalah masalah dulu sekarang?"tetesan air mata kembali keluar dari pelupuk matanya menetes hingga ke pipi sang putra.

"Kamu bilang capek kan sama aku ,kurang apa si aku selama ini?"bukannya menjawab Langit malah melontarkan sebuah pertanyaan lagi.

Dara menatap Langit dengan rasa tak percaya bahwa suaminya akan melontarkan sebuah kata kata menyakitkan. ia ingin sekali berteriak menjawab semua pertanyaan tidak masuk akal Langit , tetapi kondisi sangat tidak memungkinkan. Apalagi dirga masih tertidur lelap dipangkuannya.

GALLANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang