42. USIKKAN NEVAN 2

2.8K 602 240
                                        

GUYS CHAPTER INI AKAN DILANJUT SETELAH 3K KOMEN DAN 1K VOTE.

SILAKAN RAMEIN SETIAP PARAGRAF AGAR SEGERA MENCAPAI TARGET. (SLOWLY AJAHH)

follow Instagram@dipotirtaa @elonakhanza @batalyon2017_mengintip beberapa keseruan roleplayer

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

follow Instagram
@dipotirtaa @elonakhanza @batalyon2017_
mengintip beberapa keseruan roleplayer.

yang sudah follow kasih testimoni di sini dong guys?  nanti aku sampein ke dipo, elona, dan yang lain. 🩷

selamat membaca semua~

42. USIKKAN NEVAN 2

HARI-HARI bersama Elona sebagai pasangan kekasih ternyata menjadi hari-hari paling menyenangkan menurut Dipo. Ketika hendak tidur, ia bisa dengan bebas untuk menelepon atau sekadar membayangkan Elona, saat terbangun ia dengan senang hati akan memulai hari untuk bertemu kekasihnya.

Bagaimana bisa gadis dengan cepolan cantik itu sering kali berkata kalau ia tidak memberikan banyak hal kepada Dipo? Padahal cewek itu telah memberi dunianya, membuat Dipo merasa menjadi laki-laki paling beruntung di dunia ini.

Wajah Elona yang kesal, memerah karena malu, indah di bawah temaram, serta cantik dalam kondisi apa pun tanpa disadari akan membuat Dipo diam-diam menarik senyumnya ketika membayangkan gadis yang dulunya menolaknya mentah-mentah kini berhasil ia dapatkan.

Dari kejauhan Dipo menarik senyum kecilnya ketika melihat Elona yang berjalan masuk menuju Deja Vu. Gadis itu keluar sebentar di toko sebelah membeli sesuatu dan beberapa menit kemudian kembali dengan sebuah tentengan, yang Dipo tebak pastinya sebuah buku.

Hari ini dua pasangan kekasih itu baru saja ziarah dari makam Andromeda yang tidak lain Ibu Dipo, meski tidak go public di hadapan orang-orang nyatanya Dipo dengan blak-blakan memberi tahu di depan nisan Ibunya kalau ia datang bersama Elona, pacarnya.

"Ma, hari ini Dipo dateng bareng Elona, pacarnya Dipo yang sering Dipo ceritain."

Meski secara fisik kelihatannya Dipo tidak berkata langsung di hadapan Ibunya, namun Elona merasa kalau Dipo tetap sedang bercerita langsung tanpa sekat dari wanita itu.

"Elona yang sepupunya Cakra loh, sahabat Dipo. Dulu Elona gak mau, Ma, sama aku. Heran ditolak mulu, untung sekarang beneran udah pacaran cinta mati malah dia, Mama orang pertama yang Dipo kasih tahu." Kalimat Dipo spontan membuat Elona mencubit kecil cowok itu hingga terkekeh.

"Nanti Dipo nikah sama Elona, Ma." ujar Dipo sembari menyiram secara perlahan gundukan tanah yang ditumbuhi rumput hijau terawat. "Mama tenang aja, bakal Dipo jagain, Elona pacar pertama dan terakhirnya Dipo. Mama di sana harus datang ya, kalau Dipo nikah nanti satu kursi kosong buat Mama di samping Papa."

Elona tidak tahu harus berkata apa mendengar rentetan kalimat Dipo barusan. Apalagi dengan cowok itu yang sesekali menoleh padanya.

"Kamu gak mau bilang sesuatu?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANDROMEDATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang