39. HANYA KARENA SATU NAMA

10.9K 1.4K 10.2K
                                        

FOLLOW SEBELUM MEMBACA CERITA INI DIPRIVAT‼️🚨

GUYS SELAMAT MEMBACA, AKU KASIH TARGET CHAPTER INI 2K VOTE, 10K KOMEN!💌

CHAPTER SELANJUTNYA AKAN BERLANJUT JIKA TARGET CHAPTER INI TERPENUHI, TERIMA KASIH💌

CHAPTER SELANJUTNYA AKAN BERLANJUT JIKA TARGET CHAPTER INI TERPENUHI, TERIMA KASIH💌

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ABSEN KALIAN DARI KOTA MANA?

YUHUUU~~~
happy reading~

•••

39. HANYA KARENA SATU NAMA

Apa yang tidak ingin Elona rasakan ketika sudah berpacaran dengan Dipo Panji Tirtayasa? ya, tentu saja merasa kecintaan.

Sifat baik Dipo ternyata memang nyata adanya.

Bukan lagi sosok Dipo yang mukanya bengkok karena terpaksa harus mengantarnya ke sana ke mari, bukan juga Dipo yang selalu mengajaknya bertengkar akibat berbeda pendapat.

Dipo Panji Tirtayasa yang sekarang adalah pacarnya, cowok yang menjadi garda terdepan Elona dan akhir-akhir ini paling tinggi intensitas bertemunya.

Mimpi yang mengacak-acak fokus Elona seharian ini mampu membuat cewek itu tidak ingin bertemu Dipo dahulu hingga hari senin kemudian. Kalau ditanya alasannya sama Dipo kenapa? cewek itu hanya membalas kalau ia sedang ingin fokus belajar, ada materi yang susah ia pahami.

Terdengar sangat egois namun Elona tidak ingin perasaannya yang masih terasa sangat asing ini tidak terkontrol.

"Kamu kenapa, El? Mau makan apa mau minum, sih?"

Elona berdecak sebal ketika ia berjalan hendak mengambil makan namun tiba-tiba pikirannya ingin mencicipi minuman segar di dalam lemari pendingin, Cakra yang berjalan tepat di belakangnya di buat mengernyit heran.

Elona memang sore ini sedang berada di rumah Bunda Aruna. Jadi, makhluk bernama Cakra tentu saja akan ia temui.

"Gue mau minum, tiba-tiba haus."

"Kamu lagi mikirin apa?" Cakra bertanya dengan kerutan di wajahnya. "Kaya kepala kamu tuh berat banget kelihatannya, ada yang gangguin? bilang aja, biar saya-"

"Gak ada! Gue baik-baik aja, gue hanya kepikiran tugas gue." Kalimat Cakra tidak lagi berlanjut karena terpotong dengan jawaban Elona yang tegas seakan-akan hal itu memang benar adanya.

Cakra terlihat mengangguk-angguk saja, mempercayai hal tersebut. Di pikiran cowok itu, lagi pula siapa yang berani mengusik hidup seorang Elona Khanza Wardana? lagi, Elona tidak pernah terlihat mencari masalah dengan seseorang, lebih ke arah orang yang tidak peduli terhadap orang-orang sekitar jadi Cakra percaya saja dengan argumen yang dikeluarkan oleh sepupunya itu.

ANDROMEDATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang