Andromeda passwordnya?
Harta, Tahta, Blackcard Dipo Tirta.
wkwkwk✌️
selamat datang & selamat membaca!
jangan lupa komen di setiap paragraf biar
bisa mecahin target 3k komenn! and also, jangan lupa rekomendasiin cerita ini ke orang-orang yaaa💓
Baca narasinya guys, jgn cuma dialognya doang.
Flishhlah, orgg yg cuma baca dialog ada masalah apa?😭😭
•••
15. PAINTING WITHOUT TING
BUKANNYA Elona yang angkat kaki untuk pergi dari rooftop pada malam itu melainkan, Dipo yang memilih hengkang dari sana ketika melihat Elona mematung tak seperti biasanya.
Elona tidak pernah berada pada kondisi di mana secara nyata harus memberikan saran dan hal semacam itu secara langsung. Ia terlalu nyaman berada di balik suara seseorang yang di mana tak seorang pun mengenalnya. Ia terlalu bingung harus bereaksi apa lebih tepatnya.
Sedangkan Dipo, ia merasa sedikit bodoh akan penjelasannya kala itu. Sepertinya terlihat lemah di hadapan seseorang yang ia sukai benar-benar hal memalukan menurutnya, sekarang.
Malam ini, Dipo berada di rumah Cakra bersama Mario, Reindra, juga Billy dan si pemilik rumah, tentunya.
Mengetahui Dipo tengah sumpek dengan perkara iparnya, Cakra memanggil keempat sahabatnya itu untuk kumpul walau hanya sebentar. Ia juga menyarankan agar Dipo ke Deja Vu atau tidak ke tongkrongan Batalyon di Dago.
Dipo, Cakra, Mario, dan Billy memilih untuk berenang sedangkan Reindra naik ke kursi malas tak lupa menarik korek, membakar rokok kemudian mengepulkan asapnya.
"Heh, syaiton! Matiin-matiin, ada bonyoknya Cakra! Jangan buat masalah deh lu." Suara Billy yang terdengar seperti mengendap-endap bagaikan pencuri membuat Reindra melototkan kedua bola mata kaget kemudian sesegera mungkin membersihkan pekerjaan bodohnya itu.
"Kenapa gak bilang?"
"Mata lo di mana? Emangnya lo gak lihat tadi?" sewot Mario.
"Kagak elah!"
Dipo memilih mendengus, setelah itu menggeleng-geleng melihat kelakuan sahabat-sahabatnya itu.
"Elona mana, Cak?"
Cakra yang baru saja selesai meneguk air mineralnya menoleh pada Dipo. "Ada kok di kamarnya."
Perdebatan antara Elona dengan kedua orang tuanya berujung membuat cewek itu menghindar akan orang-orang tersebut. Ia sudah terlalu malas dan capek jika harus terus-terusan membahas yang 'itu-itu' saja.
"Gimana Dip perkembangan cinta lo sama Elona?"
"Gue gass, Elonanya yang ogah," jawab Dipo cepat atas pertanyaan Reindra.
"Coba adik sepupu lo dibasis dulu deh, Cak, biar tahu cara ngehargain usaha dan perasaan orang lain," ujar Mario sebelum cowok itu kembali berenang.
"Halah sia boy, sok-sokkan lu bilang ngehargain perasaan orang lain wong macam Ghea aja lu selingkuhin, pret!"
Mario yang kembali memunculkan kepalanya menunjuk kesal pada Billy. "Diem ye lu! Gue gak selingkuhin Ghea!"
"Ya terus apa, njing? Ghea yang selingkuh, gitu?" sungut Billy tak mau kalah.
"Udah-udah, pada kenapa sih? Udah berlalu juga, masih aja didebatin." Cakra menengahi apalagi melihat Mario yang terlihat sudah menahan emosi di sana.
Baik Dipo, Cakra, Reindra, dan Billy tahu kalau Mario punya alasannya namun, cowok itu masih abu-abu dan tidak membeberkan hal itu. Lebih tepatnya belum.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDROMEDA
Fiksi Remaja[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Dipo Panji Tirtayasa adalah seorang anak geng sekolahan yang populer. Ia manis, suaranya bagus, pandai bermain gitar, jago bela diri, wangi, juga pecinta warna hitam. Cowok jangkung yang kerap kali...
