GUYS I'M BACK.
3400+ KATA, give me 2k coments for next chapter❤️.
41. CEMBURU?
Tiga kata yang keluar dari mulut Elona waktu itu cukup membuat Dipo Panji Tirtayasa senyum berkepanjangan, bahkan setelah 3 hari berlalu pun Dipo tetap dalam keadaan suasana hati yang riang gembira, seakan-akan seluruh kebahagiaan di dunia ini tersalur melalui senyumannya.
Meski langit hari ini terlihat hitam nan sendu namun semua tidaklah berarti di mata Dipo.
Dipo senang karena kalimat itu sungguh-sungguh keluar dari bibir Elona dan Dipo makin senang karena Elona mengatakannya dalam keadaan sadar tanpa paksaan.
Sore selepas bel pulang berdering sejak 15 menit yang lalu, Angkasa masih mengurung banyak penghuninya, memberi jeda untuk tidak ditinggalkan dengan derai hujan yang datang berombongan.
Gadis bertubuh tinggi ramping dengan ransel cokelat serta tas tentengannya hari itu berjalan menuju toilet siswi. Di hari biasa koridor sekolah jam segini sudah harusnya mulai lenggang namun karena hujan di luar sana sebagian besar masih terjebak kecuali mereka yang ingin menerobos.
Elona sama sekali tidak berniat berpura-pura ke toilet hanya demi modus melewati kelas Dipo, ia memang pure hendak ke sana guna mengganti baju olahraga. Dalam perjalanannya yang seorang diri itu, suara 'cie-cie' alias godaan orang-orang yang tidak jauh dari kelas Dipo mengusik inderanya.
Lelaki jangkung yang sore itu hendak memasuki kelasnya saling bertabrakan dengan seorang gadis yang berada di ambang pintu. Gerakan spontan Dipo menahan cewek itu agar tidak jatuh mencuri perhatian orang-orang yang ada di koridor, teriakan menggoda tidak luput dari kedua orang tersebut.
Setelah memastikan gadis itu tidak jatuh, Dipo buru-buru melepaskan genggamannya kemudian mengatakan 'maaf' pada Tania, iya, Tania, walau sebenarnya Dipo tidak sepenuhnya salah.
Tania yang hendak keluar kelas sembari bermain ponsel tidak melihat jalannya sedangkan Dipo yang buru-buru akan memasuki kelas membuat cowok itu harus berhadapan dengan Tania.
Dari jauh Elona hanya melihat kejadian itu tanpa mengatakan apa-apa, tidak ada ekspresi yang keluar dari wajahnya namun entahlah ada perasaan baru yang tidak bisa ia definisikan sakarang.
Perasaannya tiba-tiba jadi memburuk setelah melihat kejadian tadi.
Baju olahraga yang menempel di tubuh Elona sejak pelajaran terakhir kini sudah berganti menjadi seragam putih abu seperti biasanya.
Keluarnya Elona dari toilet tiba-tiba membuatnya kaget ketika cowok yang tadi ia dapati menolong Tania kini berada di hadapannya.
Melihat wajah Dipo entah mengapa membuatnya kesal bukan main.
"El, ayo balik." Tangan Dipo yang hendak menarik tangan Elona ditepis spontan.
"Banyak orang," Elona berkilah.
Meskipun Elona memang tidak ingin orang-orang mengetahui kedekatan mereka berdua namun Dipo merasa aneh dengan gestur Elona barusan.
Apakah Elona sedang marah?
Menurutnya, mereka dalam keadaan baik-baik saja akhir-akhir ini.
"El, kamu kenapa?"
"Gak apa-apa," jawab Elona pendek, masih dengan nada bicara yang sama seperti tadi, tidak seperti kemarin-kemarin.
Keduanya berjalan bersisian, tangga Angkasa yang menghubungkan dengan parkiran hari itu ramai diisi oleh anak-anak Batalyon, Cakra bersama kekasihnya juga tak lupa pula Mario, Reindra, serta Billy yang Dipo yakini tengah mabar di tengah derasnya hujan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDROMEDA
Novela Juvenil[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Dipo Panji Tirtayasa adalah seorang anak geng sekolahan yang populer. Ia manis, suaranya bagus, pandai bermain gitar, jago bela diri, wangi, juga pecinta warna hitam. Cowok jangkung yang kerap kali...
