35

989 91 9
                                        

Jika ada gelar bangsawan paling bodoh mungkin itu sudah ku sematkan pada namamu, Lauren.

Kau benar-benar buta! Bagaimana bisa kau masih saja mengagung-agungkan seorang pria yang bahkan dulu menyeretmu bak tahanan, yang bahkan dulu terang-terangan mencintai wanita lain di depan matamu. Kau rela menodai tanganmu hanya untuk mengambil kembali hati dari seorang pria yang bahkan baru mencoba belajar mencintaimu setelah pujaan hatinya mati. Aku paham jika kau sedari dulu tak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, tapi bukan begini jadinya. Kau terlalu bodoh!

Dari sekian banyak pengorbanan yang kau lakukan, apa yang telah kau dapatkan? Pria itu bahkan masih sangsi untuk terlihat mencintaimu, apa kau tidak menyadari? Oh aku lupa, ketika jatuh cinta sering kali otak wanita tidak berfungsi.

Tapi selamat, selamat untuk hubunganmu yang sudah mulai menghangat meskipun masih terlihat sangsi. Apakah pernah edgar begitu mencemaskanmu seperti saat maddy diperebutkan oleh kakakmu dan putra mahkota? Bahkan kau lupa lauren, dia pernah menancapkan pedang menggores dadamu.. dan kau masih saja terlihat seperti wanita bodoh..

Terakhir kali kau habisi seorang mantan permaisuri, kemudian kau gantung keponakan kesayangan tangan kanan Grand Duke. Namun, apa yang telah dilakukan edgar untukmu? Apa aksinya yang tampak nyata yang pernah dia lakukan untukmu? tak ada tindakan pembuktia bahwa dia begitu mencintaimu? Dapatkah kau menjelaskannya?

Tentu tidak.. karena kau tak punya jawaban.

Malang sekali, lihat saja.. mungkin tambang permata peninggalan ayahmu, akan jatuh ke tangannya.. kau tidak tau bukan bagaimana berita terbaru terkait perkembangan persoalan itu ck ck
________________________________
Ku gulung kasar sepucuk surat tak beralamat yang mencaci makiku, aku benci ketika dengan begitu cepat bereaksi terhadap sesuatu. Orang-orang di kekaisaran ini, mereka semua diam-diam menyimpan begitu banyak dendam padaku.

Namun egoku terluka. Aku hampir saja menangis, tunggu.. kenapa hal sepele seperti itu membuatku sedih?! Namun tak sepenuhnya yang dia katakan salah, bahkan senuanya benar. Aku adalah wanita itu, wanita yang tak begitu menyayangi dirinya sendiri. Sering berbohong bahwa Ia-Edgar juga memiliki perasaan yang sama untukku, namun semuanya masih tampak sangsi. Tak ada pembuktian, hanya kemarahan edgar yang terkadang meluap-luap jika aku tak membalas surat darinya. Masih hanya sebatas surat.

Ia belum pernah mengadakan pesta minum teh untukku. Ia belum pernah mengikrarkan bahwa aku wanita yang amat ia cintai di pesta bangsawan. Padahal dulu ia terang-terangan memperlihatkan perhatiannya pada maddyia fello.

"Apa yang kau pikirkan?"

Sontak aku tersadar dari lamunanku ketika grand duchess menepuk pundakku lembut, aku menunduk hormat padanya.

"Mama.. aku hanya ingin menghirup udara segar"

"Apakah kau sudah mengirim surat untuk edgar?"

"Belum, aku hanya akan menunggunya pulang"

"Kirimilah ia surat, kau tidak tau bahwa ia selalu mengecek kotak surat di perbatasan yang berharap dengan bahwa akan ada surat yang dikirim olehmu"

"Namun aku tidak pandai menyusun kalimat-kalimat indah, aku pernah membaca novel bahwa prajurit menyukai puisi yang ditulis oleh kekasihnya. Aku bukan wanita yang manis dan cenderung kasar untuknya"

"Kau hanya hidup dalam kubangan penderitaan selama ini, aku paham"

Keningku mengkerut, apa maksud grand duches? apa ia tengah mengejekku?

"Begitulah yang mulia, aku bahkan bingung kenapa aku masih berada disini? ditempat yang sama dimana putramu selalu menyeretku dengan kasar kala itu"

Sial surat yang tak tau berasal dari mana itu berhasil membuat perasaanku menjadi sensitif sepertj ini

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 12 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Edgar VaskeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang