Dark (6)

5.3K 250 12
                                        


Diasley terbangun dari tidurnya saat berada dipelukan Andrew dan tersadar dari alam mimpi buruk yang menghantuinya beberapa tahun terakhir ini. Kini ia berada dalam pelukan hangat orang itu, ya, Andrew.

"Gue, sedih," tanpa sadar Diasley memeluk erat Andrew yang kini sedang memeluknya.

"Jangan sedih."

"Gue, ngerasa bersalah sama semuanya. Ini salah gue," Diasley membenamkan wajahnya di dada Andrew dan memeluknya semakin kencang seakan tak ingin melepaskan pelukan itu.

"Lo gak salah, jangan pernah ngerasa bersalah," ntah mengapa, Andrew merasa bahwa ia harus selalu ada disamping gadis ini, menjadi dinding tempatnya bersandar dan menjadi tiang penyangganya agar ia tak jatuh dan terluka setelahnya. Seseorang yang tampaknya sangat bahagia, senang, hidup berkecukupan, freak, arogan, bahkan dengan semua kesempurnaan yang ia punyai, membuatnya seakan-akan terlihat sombong bagi siapapun yang tak kenal dekat dengannya. Tapi kali ini, pada malam ini, ia merasa perempuan yang ada dalam dekapannya ini adalah seseorang yang sangat lemah dan rapuh dengab segala kekurangannya.

"Ayo, kekamar, gue antarin lo sampe kamar," ajak Andrew pada wanita yang ada didekapannya itu setelah beberapa lama hening tanpa suara. Ia melihat perempuan yang ada dipelukannya itu. Dia tertidur, bahkan dia masih tetap menyebalkan. Akhirnya Andrew menggendong Diasley kekamarnya dan menidurkannya dikasur single itu.

------

Hari ini adalah jadwal untuk para siswa siswi yang mengikuti study tour untuk pergi ke tirta alam, disana ada banyak hal, terutama pemandiannya yang merupakan pemandian yang berisikan air dari gunung asli yang sangat dingin. disini dibentuk seperti kolam renang yang berlantai dasarkan batu-batu alam yang cukup besar dan memiliki air terjun kecil yang deras serta cukup dingin. Pemandangan yang disediakan disekeliling pemandian serta jalan menuju pemandian itu sangat indah. Tapi kebanyakan para wisatawan yang datang kesini ingin ketempat pemandian itu.

Hari ini Diasley menggunakan baju kaus berwarna putih sesikunya yang  memiliki tulisan 'SWAG' berwarna merah disana. Celana jins hitam dan jaket berwarna merah serta sepatu converse merah yang melekat dikakinya. Sedangkan Andrew sendiri, menggunakan kaos polos warna hitam dan jaket putih hitam serta celana jins panjang berwarna biru tua. Sepatu Vans hitam putih bercak-bercak melekat dikaki Andrew. Setelah semuanya berkumpul diloby hotel, seluruh ya disuruh masuk kedalam bus. Ketika Andrew memasuki bus dan meletakan tas ranselnya dibagasi atas, Ia melihat seseorang sedang tertidur dikursi milik Diasley dengan jaket merah maroon menutupi wajahnya.

'Segitu kebonya sampe jam segini masi molor?'

"lo masi tidur?" Andrew duduk disamping Diasley dan tanpa sengaja menginjak kaki Diasley.

"Ih, gue ngantuk ah," Diasley berbalik membelakangi Andrew menghadap kearah jendela dan melanjutkan tidur indahnya yang sempat diganggu Andrew tadi.

"Pagi-pagi udah ngantuk?" Pikir Andrew sambil menggantungkan kata-katanya. Seketika wajahnya menjadi Kaget dan Aneh, "Narkoba lo?" tanya Andrew dengan raut muka aneh dan tak percaya.

"Dih, Gila aja lo gue narkoba!"bentak Diasley lalu menoyor kepala Andrew. "Tadi malam gue tidur kemaleman, jadi masi ngantuk." Kata Diasley dan melanjutkan tidur indahnya lagi.

"Kemaren lo kemana?"

"jalan sama sahabat gue,"

"Vale?"

"Willy," balas Diasley.

"Siapa?" Selidik Andrew.

"Bestie gue, dia tinggal dipadang," jawabnya masi tetap dengan mata tertutup.

DARKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang