LouisWilly : hari ini berangkat kan lo?
DiasleyAquino : iye bawel lu
LouisWilly : jam berapa kebandara?
DiasleyAquino : 7 mungkin
LouisWilly : sebelum lo nyampe gue udah disana ya
"Woii, barang lo ada yang tinggal di WC gak?" Pekik Vale yang kesusahan menutup travel bag nya yang terlalu kecil untuk barang belanjaannya yang banyak.
"Enggak, udah smua."
"Okeee."
"Val, jaket lo masi dilemari."
"Iya tauuu!!"
"Eh, casan gue mana deng?"
"Disana tuh, diatas meja."
"Dias, oleh-oleh yang gue beli maren mana?"
"Gatauuuu."
"Ehh, udah deng."
"Val, cake yang kemaren gue beli dimana?"
"Dimeja kemaren."
"Sepatu yang gue pake kedanau dimana?"
"Gatau. Eh, liptint gue yang barusan mana?"
"Eh udah nih. Kan tadi sama lo."
"Iya tadi gue taro disini."
"Ini nih."
"Kaos kaki gue tadi mana?"
"Dikasur tadi."
"Gaada."
"Dilemari kali."
"Ada ada."
"Jedai lo tadi udah gue kasi kan?"
"Udah ga salah."
"Kemeja yang lo pinjem kemaren udah balikin belom?"
"Tadi udah lo packing."
"Barang lo masi ada yang tinggal ga?"
"Gatau."
"Dias, earphone lo di deket lampu tidur."
"Aaa ampir lupa gue."
"Ipod gue mana?"
"Disaku celana lo kemaren kayanya."
"Oh iya."
"Udah semua?"
"Udah."
"Wooooiiiii!! Lo pada lama banget. Beranak ya? Udah ditungguin dibawah." Pekik Leo
"Yasabar!" Pekik keduanya yang memasang sepatu dengan tergesa-gesa.
"Fix ga ada yg tinggal!"
"Cussss."
-----
LouisWilly : lo dimana deh?
DiasleyAquino : jalan nih
LouisWilly : gue udah dibandara
DiasleyAquino : iya kayanya udah deket nih
Read
"Siapa tuh?" Tanya Andrew.
"Willy." Diasley tersenyum.
"Bestie apa first love?" Skakmat!
"Bestie lah," seulas senyum yang dipaksakan pun diperlihatkan oleh wanita bermata coklat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARK
Подростковая литература[Complete] Laki-laki itu menatapnya dari bawah sambil berbaring dipaha gadis itu. "Jangan bicara seakan-akan lo bakal pergi." "It's real life, i told you for many times, Andrew." Dan kini gadis itu berada dipelukan sahabatnya setelah beberapa bulan...
