Dark (35)

2.8K 178 9
                                        

UAS. Ujian Akhir Sekolah. Siswa siswi kelas 10 dan 11 tentunya libur. Bahagianya jadi adik kelas, sementara kakak kelasnya berjuang mengerjakan soal-soal. Tapi, hari ini hari terakhir UAS. Walaupun ini cuma ujian sekolah, menurut siswa siswi lain, mungkin akan lebih mudah UN dari pada ini.

"Sore ini bisa jalan?" Tanya Vale kepada Diasley dan Leo yang baru keluar dari ruang ujian mereka yang sama. Berada dalam satu kelas mungkin akan membuat Diasley dan Leo bisa bekerja sama.

"Sore ini?" Tanya Diasley pada Vale. Dia menimbang-nimbang usulan dari Vale.

"Dimana?" Tanya Leo yang berada di samping Diasley. Leo berpikir sudah cukup lama mereka tidak pergi bersama.

Diasley tersenyum senang, "ke danau aja yuk?"

"Boleh," Leo dan Vale saling bersautan.

"gue bilang ke Andrew dulu," Vale berjalan menjauh mendengar usulan dari Diasley.

"Jemput gue ya, di rumah," Diasley berjalan menuju parkiran sedangkan Vale mencari Andrew yang berada di ruangan cukup jauh dari Diasley dan Andrew.

Vale menemukannya, "Andrew!" Panggil Vale pada Andrew yang sedang menyandang tas di bahu kanannya. Andrew menoleh pada Vale.

"Hai, Val!" Andrew tersenyum, "gimana ujian lo?"

Ah, jangan ingatin gue ujian.

"Gak usah diingat," Vale mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah,"jadi gini."

"Ada apa?"

"Tar sore kumpul yaa," Vale tersenyum senang. Membayangkan selesai ujian ini mereka akan melepas lelah dengan bercanda gurau bersama. Mungkin bukan hanya Diasley yang merasa kini mereka jauh. Tapi Vale juga.

"Lah, mendadak banget," Andrew menaikan sebelah alisnya. Menimbang apa yang di usulkan Vale.

"Ayolah, udah lama banget sejak yang terakhir."

Andrew tersenyum lalu mengacak rambut Vale, "iya, dimana?"

"Gue sama yang lain pengen ke danau."

Danau?

Andrew tersenyum, "iya, gue dateng."

"Oke, gue pulang dulu ya," Vale berbalik dan berjalan. Dia cukup senang hari ini. Membayangkan dirinya kesepian di rimah cukup membuatnya frustasi setelah lebih dari seminggu berkutat dengan soal-soal.

"Eh tunggu," Vale berenti berjalan tanpa berbalik.

"Apa?" Tanya Andrew ramah.

Vale memutar badannya menghadap Andrew, "Diasley minta jemput, ntar lo jemput dia ya?" Vale kemudian berlari sebelum Andrew sempat berbicara.

Lalu, bagaimana dengan hatinya?

------

"Dias, kayanya ada yang ketinggalan," Leo meronggoh tas ranselnya. Mencari-cari sesuatu yang cukup penting bagi laki-laki itu dengan wajah yang sedikit panik.

Diasley menoleh, "apa?"

"Kunci mobil gue kayanya tinggal di kelas," Leo meronggoh sakunya, "gue cek dulu, lo tung–"

"Leo."

Suara itu menghentikan langkah Leo yang akan berlari memasuki gedung sekolah kembali. Sekolah sudah cukup sepi untuk ukuran setengah jam lalu bubaran sekolah. Mengingat anak kelas 10 dan 11 tidak sekolah karna mereka melaksanakan UAS.

"Cloe?" Leo menatap Cloe tanpa ekspresi seakan-akan Cloe tidak terlalu penting baginya.

"Bisa kita ngomong?" Cloe selalu lembut, setidaknya itu yang Leo tau. Cloe tidak pernah nyolot sebelumnya, cloe pun tidak terlalu menuntut banyak pada Leo. Tipikal pintar, manis, dan gaul tentunya. Cloe merupakan tipe pacar idaman.

DARKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang